- Sidang lanjutan Abdul Wahid pada Kamis (16/4/2026) mengungkap temuan baru.
- Cerita itu terungkap dari mantan Plt Inspektur Riau, Agus Rianto yang menjadi saksi.
- Dia menyampaikan ada dana Rp150 juta yang dikembalikan ajudan Pangdam.
SuaraRiau.id - Sekretariat Inspektorat sekaligus mantan Plt Inspektur Riau, Agus Rianto hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi berupa pemerasan yang menyeret Abdul Wahid, Kamis (16/4/2026).
Di hadapan majelis hakim, Agus memberikan keterangan detail terkait aliran uang dan dinamika internal pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia menegaskan bahwa seluruh Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya disampaikan kepada penyidik adalah benar dan tanpa paksaan.
"Benar. Tidak ada paksaan," kata Agus saat dikonfirmasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Saksi mengaku mengetahui adanya OTT yang menyeret Abdul Wahid. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut diperolehnya dari pemberitaan media.
"Saya tahu hanya dari media ada OTT Gubernur," ujar Agus.
Selain dirinya, dua nama lain yakni M Arif Setiawan dan Dani M Nursalam juga disebut mengetahui peristiwa tersebut.
Pasca OTT, posisi Plt Gubernur kemudian diisi oleh Wakil Gubernur, SF Hariyanto.
"Setelah OTT, ada penunjukan Plt Gubernur, yakni wakil gubernur, SF Hariyanto," jelas Agus.
Dalam kesaksiannya, Agus mengungkap lainnya terkait adanya pengembalian uang sebesar Rp150 juta yang menjadi salah satu fokus perkara.
Dia menyebut, informasi awal diterima saat rapat internal yang dipimpin oleh Plt Inspektur saat itu, yang disebutnya sebagai "Pak Yan" atau Yan Dharmadi.
"Saat itu kami dikumpulkan pagi hari. Pak Yan menyampaikan bahwa ada pengembalian uang dari M Dani melalui ajudan Pangdam, Novan Aliando," jelasnya.
Menurut Agus, uang tersebut sempat ditolak oleh pihak Pangdam melalui ajudannya, kemudian diserahkan ke Inspektorat untuk diproses lebih lanjut.
"Informasinya, Pangdam menolak dana itu dan menyerahkan ke Inspektorat," katanya.
Saat ditanya mengenai sumber uang, Agus mengaku tidak mengenal sosok yang disebut sebagai pemberi.