" Kami berharap Negara memberikan kontribusi yang besar sehingga menghasilkan kita bisa kota-kota yang bersejarah di indonesia masuk ke UNESCO," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Presidium JKPI Indonesia, Drs H Alfedri mengaku bangga dengan dilaksanakannya acara ini di Kabupaten Siak.
Menurutnya, saat ini pihaknya terus mendorong peran aktif masyarakat untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya.
" Budaya, sejarah harus kita dorong, berharap dengan menjadi salah satu anggota JKPI Kabupaten Siak semakin maju kedepannya dalam mengangkat sejarah di Siak," ungkapnya.
Alfedri juga berharap JKPI mampu mendorong anggotanya menjadi Kabupaten/Kota sebagai Warisan Budaya Dunia.
"Kota-kota pusaka ke depannya harus maju," jelasnya.
Mengangkat tema Merajut Pusaka Indonesia Menyapa Dunia,saat ini anggota JKPI seluruh Indonesia sebanyak 70 Kabupaten/kota.
JKPI sendiri, tambah Alfedri, sudah berdiri sejak 25 Oktober 2008 di Kota Solo.
"Yang menjadi pendiri JKPI waktu itu adalah Wali Kota Solo yang saat ini menkadi Presiden RI, Ir Joko Widodo, Wali Kota Ternate, Wali Kota Sawah Lunto, Wali Kota Ambon, Bogor, Bengkulu, Banda Aceh, Salatiga, Jakarta Utara, dan Pangkalpinang," jelasnya.
"Ke depan kabupaten/kota terus melakukan inventarisasi kekayaan budaya dan sejarah untuk memperkuat NKRI," ungkapnya.