- Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, menyatakan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru bahwa ia awalnya tidak berniat maju Pilkada 2024.
- Permintaan tokoh penting seperti Ustaz Abdul Somad dan dorongan kondisi politik akhirnya meyakinkan Wahid untuk mencalonkan diri.
- Wahid menegaskan tidak mengeluarkan biaya untuk dukungan partai dan berkomitmen menetapkan SF Hariyanto sebagai wakilnya melalui dukungan PDIP.
Dalam kesaksiannya, Wahid juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan lobi politik maupun mengeluarkan biaya untuk mendapatkan dukungan partai.
Ia mengaku langsung mendapatkan rekomendasi dari Surya Paloh untuk Partai NasDem, serta dukungan dari PKB tanpa proses negosiasi finansial.
"Saya tidak pernah lobi sana-sini, tidak pernah keluar uang sepeser pun," tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Wahid turut membeberkan proses penentuan calon wakil gubernur yang sempat berlangsung alot.
Ia awalnya menginginkan M Harris sebagai pendamping, sesuai rekomendasi UAS. Namun di tengah proses, SF Hariyanto disebut turut mengajukan diri sebagai calon wakil gubernur.
Wahid pun memberikan syarat yang sama kepada kedua pihak yaitu siapa yang berhasil mendapatkan dukungan PDI Perjuangan, maka dialah yang akan menjadi pendampingnya.
"Siapa dapat PDI, dia jadi wakil," ujar Wahid.
Akhirnya, SF Hariyanto yang berhasil mengamankan dukungan tersebut.
Meski mengaku tidak mengetahui proses di baliknya, Wahid tetap memegang komitmen yang telah dibuat sejak awal.
"Saya orangnya komitmen. Siapa dapat PDI, dia jadi wakil. Dan saya pegang janji itu," tutupnya.
Kontributor : Rahmat Zikri