Bawa-bawa UAS, Wahid Ungkit Dinamika Politik dengan SF Hariyanto di Pilkada 2024

Salah satu alasannya karena SF pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Riau.

Eko Faizin
Minggu, 05 Juli 2026 | 08:33 WIB
Bawa-bawa UAS, Wahid Ungkit Dinamika Politik dengan SF Hariyanto di Pilkada 2024
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid di persidangan kasus dugaan pemerasan yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Pekanbaru. [Suara.com/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, menyatakan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru bahwa ia awalnya tidak berniat maju Pilkada 2024.
  • Permintaan tokoh penting seperti Ustaz Abdul Somad dan dorongan kondisi politik akhirnya meyakinkan Wahid untuk mencalonkan diri.
  • Wahid menegaskan tidak mengeluarkan biaya untuk dukungan partai dan berkomitmen menetapkan SF Hariyanto sebagai wakilnya melalui dukungan PDIP.

SuaraRiau.id - Sejumlah pengakuan mengejutkan diungkap Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Di hadapan majelis hakim, Wahid yang diperiksa sebagai terdakwa menegaskan bahwa dirinya sejak awal tidak pernah memiliki ambisi untuk maju sebagai gubernur dalam Pilkada Riau 2024.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim Delta Tamtama, Wahid justru mengungkap bahwa ia sempat mendorong SF Hariyanto untuk maju sebagai calon gubernur.

Salah satu alasannya karena SF pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Riau.

"Saya tidak pernah punya niat jadi gubernur. Bahkan saya yang meminta Pak SF untuk maju," ungkap Wahid di ruang sidang.

Namun, dinamika politik berubah kata Wahid.

Berdasarkan hasil survei saat itu, elektabilitas SF Hariyanto disebut hanya berada di kisaran 4 persen, sehingga dinilai sulit bersaing, termasuk dengan petahana Syamsuar.

Kondisi itu membuat SF Hariyanto justru meminta Wahid untuk maju sebagai calon gubernur.

Wahid mengaku sempat menolak. Ia menegaskan tidak ingin mengejar jabatan, apalagi jika harus mengorbankan hubungan pertemanan.

"Saya lebih memilih menjaga pertemanan daripada mengejar jabatan," katanya.

Keputusan Abdul Wahid akhirnya berubah setelah ia didatangi sejumlah tokoh penting Riau yang memintanya maju demi memperbaiki kondisi daerah.

Di antaranya mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, mantan Bupati Siak Arwin AS bahkan ulama kondang Ustaz Abdul Somad (UAS).

Awalnya, Wahid tetap ragu dan memilih melakukan istikharah. Bahkan, ia mengaku istrinya termasuk pihak yang paling tidak setuju dirinya maju dalam kontestasi politik tersebut.

Namun, karena merasa segan atas permintaan dan janji dukungan penuh Abdul Somad, ia akhirnya menerima pencalonan itu dengan berat hati.

"Saya segan sama UAS. Beliau yang meminta saya ikut memperbaiki Riau," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini