Sopir Truk MinyaKita Tewas Diikat, Kepala Dilakban Ternyata Dihabisi Rekan

Dua tersangka bahkan terpaksa ditembak di bagian kaki karena diduga melawan saat proses penangkapan.

Eko Faizin
Minggu, 24 Mei 2026 | 15:46 WIB
Sopir Truk MinyaKita Tewas Diikat, Kepala Dilakban Ternyata Dihabisi Rekan
Para pelaku perampokan dan pembunuhan berencana sopir truk di Kota Pekanbaru digiring polisi, Minggu (24/5/2026). [Suara.com/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Kasus kematian sopir truk minyak goreng di Pekanbaru akhirnya terungkap.
  • Polresta Pekanbaru mengamankan para pelaku pembunuhan berencana.
  • Pelaku merupakan rekan korban sesama sopir yang ingin menguasai muatan.

SuaraRiau.id - Kasus sopir truk ekspedisi MinyaKita ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam truk di kawasan pergudangan Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru akhirnya terungkap.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta menyatakan bahwa pengemudi truk bernama HS ternyata korban pembunuhan berencana.

"Setelah penemuan jenazah, kami langsung melakukan olah TKP dan melibatkan tim laboratorium forensik untuk mengumpulkan petunjuk," ujar Kapolresta, Minggu (24/5/2026).

Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus tersebut dan menangkap tiga dari empat terduga pelaku setelah hampir 3 pekan penyelidikan.

Dua tersangka bahkan terpaksa ditembak di bagian kaki karena diduga melawan saat proses penangkapan.

Tiga tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial FG, ZN dan AS. Sementara satu pelaku lain berinisial AN masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kombes Muharman mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari penemuan jasad korban di dalam mobil box ekspedisi pada 3 Mei 2026.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi terikat, sementara wajah hingga kepala dililit lakban.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap pembunuhan diduga dipicu rencana para pelaku menguasai muatan truk berisi minyak goreng untuk dijual kembali.

Peristiwa bermula saat truk ekspedisi yang dikemudikan korban berangkat dari Medan menuju Lampung pada 30 April 2026.

Dalam perjalanan, FG yang diketahui merupakan rekan kerja korban sesama sopir truk diduga mengajak HS menggelapkan dan menjual muatan. Namun ajakan tersebut ditolak korban.

Penolakan itu diduga membuat FG menyusun rencana bersama pelaku lain untuk menghabisi nyawa korban dengan membuat skenario seolah-olah terjadi aksi perampokan.

"FG mengajak korban menjual muatan, tetapi korban menolak. Karena itu, para pelaku menyusun rencana pembunuhan dengan modus perampokan," kata Muharman.

Rencana tersebut mulai dijalankan sejak 2 Mei 2026. Dalam aksinya, tersangka ZN dan AN disebut naik ke truk secara bertahap dengan alasan menumpang.

ZN naik di wilayah Kandis Utara, sementara AN bergabung di sekitar Tol Pekanbaru-Dumai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini