- Pemprov Riau minta perusahaan tidak turunkan harga TBS sawit sepihak.
- Imbauan ini dilakukan imbas penurunan harga sawit akibat kebijakan pemerintah.
- Penurunan harga sawit ini tak hanya terjadi di Riau, namun juga secara nasional.
SuaraRiau.id - Harga Sawit Turun Drastis, Pemprov Riau Surati Perusahaan
Harga kelapa sawit di kalangan petani mengalami penurunan siginifikan beberapa hari ini diduga imbas turunnya harga minyak mentah sawit atau "crude palm oil" (CPO) dan kebijakan pemerintah.
Akibat itu, Dinas Perkebunan Riau meminta perusahaan tidak menurunkan harga tandan buah segar (TBS) secara sepihak tanpa alasan yang jelas.
Plt Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti menyampaikan pihaknya sudah berkoordinasi secara langsung maupun mengirimkan surat kepada pihak terkait.
"Kepala Dinas sudah membuat surat ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi penurunan harga TBS," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (23/5/2026).
Adanya penurunan harga TBS kelapa sawit ini tak hanya terjadi di Riau namun juga secara nasional.
Dinas Perkebunan bersurat kepada dinas terkait di kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), perusahaan perkebunan lintas kabupaten/kota, dan asosiasi petani sawit.
Isinya untuk bersama-sama mengawal dan meminta kepada pelaku usaha perkebunan untuk tidak menurunkan harga TBS secara sepihak tanpa alasan yang jelas.
Diminta untuk tetap menerima TBS dengan harga yang telah ditetapkan Dinas Perkebunan Riau pada periode 20–26 Mei 2026. Dalam tabel harga yang tertinggi pada kelompok umur 9 tahun yakni Rp3.857,14 per kilogram.
Namun demikian sejak Kamis (21/5/2026) harga TBS sawit di sejumlah daerah di Riau terus mengalami penurunan.
Mulai dari Rp2.800 per kg hingga Rp2.200 per kg bahkan hingga saat ini ada yang terjun bebas ke harga di bawah Rp2.000 per kg.
Seperti di Kubu, Kabupaten Rokan Hilir harga TBS pada Sabtu ini hanya dihargai Rp1.750 per kg. Lainnya di Toro Jaya Kabupaten Pelalawan senilai Rp1.800 per kg.