Alasan Tol Pekanbaru-Bangkinang Batal Diresmikan Akhir Tahun Ini

Terutama, kata dia, pengerjaan jalan tol yang berada dekat dengan pintu tol dari Pekanbaru.

Eko Faizin
Minggu, 12 Desember 2021 | 21:10 WIB
Alasan Tol Pekanbaru-Bangkinang Batal Diresmikan Akhir Tahun Ini
Ilustrasi pembangunan Tol Pekanbaru-Padang seksi Pekanbaru-Bangkinang. [Dok.Covesia.com/Kemenkeu]

SuaraRiau.id - Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang direncanakan akhir tahun beroperasi batal diresmikan lantaran masih ada beberapa titik jalan yang belum selesai pengerjaannya.

Rencananya peresmian Jalan yang merupakan seksi Tol Pekanbaru-Padang itu bakal dilakukan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Kepala Biro Pembangunan Riau, Alzuhra Dini Alinoni, dari informasi yang didapat pihaknya, masih ada beberapa pengerjaan jalan tol yang belum selesai.

Terutama, kata dia, pengerjaan jalan tol yang berada dekat dengan pintu tol dari Pekanbaru.

"Peresmian jalan tol Pekanbaru-Bangkinang yang sebelumnya dijadwalkan akhir tahun ini sepertinya tidak jadi. Masih ada yang belum selesai," katanya, Jumat (10/12/2021).

Sementara itu, Plt Asisten II Setdaprov Riau Aryadi mengatakan, salah satu kendala yang terjadi saat ini pada pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang yakni masih adanya lahan yang belum dibebaskan.

"Masih ada pembebasan lahan tol sekitar 750 meter lagi di dekat pintu tol daerah Rimbo Panjang, saat ini pembebasannya masih terus digesa," ujarnya.

Belum dibebaskannya lahan tersebut dikarenakan masyarakat setempat belum menerima terkait harga yang disampaikan pemerintah.

Masyarakat berdalih terdapat perbedaan harga dengan tanah warga lainnya yang juga mendapat ganti rugi.

"Masyarakat protes ada ketimpangan harga. Karena itu masih belum dibebaskan hingga saat ini," sebutannya.

Masih adanya lahan untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang yang belum dibebaskan, menjadi kendala pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, akan diturunkan tim khusus yang tergabung dalam Masyarakat Profesi Penilai Tanah (Mappi).

Tim dari Mappi akan turun untuk melakukan penilaian ulang. Mappi merupakan organisasi profesi penilai di Indonesia yang bersifat mandiri.

"Tim inilah yang akan melakukan penilaian ulang dan kemudian menyampaikan hasilnya untuk jadi rekomendasi," ujar Aryadi.

Dari informasi yang pihaknya dapatkan, tim tersebut akan memulai penilaian ulang tersebut pada pekan depan. Di mana hingga saat ini masih ada sekitar 750 meter lahan masyarakat yang belum diganti rugi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini