facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

15 Ribu Pelajar di Pekanbaru Belum Suntik Vaksin Covid-19

Eko Faizin Minggu, 12 Desember 2021 | 08:12 WIB

15 Ribu Pelajar di Pekanbaru Belum Suntik Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksinasi pelajar. [Dok.Istimewa]

Ia mengatakan bahwa Pemkot Pekanbaru terus menggesa vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok.

SuaraRiau.id - Sebanyak 15.000 siswa belum divaksin Covid-19 dari total 45.000 pelajar yang layak vaksin di Pekanbaru.

Dinas Pendidikan Pekanbaru kini sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait vaksinasi pelajar tersebut.

"Sisanya ini akan kami gesa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Ismardi Ilyas seperti dikutip dari Antara, Sabtu (11/12/2021).

Menurutnya, saat ini pelajar yang sudah divaksin mencapai 30.000 pelajar. Sedangkan target yang harus divaksin sebanyak 45.000 pelajar.

"Ya sudah 75 persen pelajar yang sudah vaksin Covid-19 atau sekitar 30.000 orang lebih," terang Ismardi.

Ia mengatakan bahwa Pemkot Pekanbaru terus menggesa vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok.

"Pelajar juga menjadi salah satu prioritas penerima vaksin Covid-19 apalagi mereka sudah belajar tatap muka," katanya.

Menurutnya, semua data calon penerima vaksin telah diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, selanjutnya tinggal menunggu jadwal vaksin dari dinas tersebut.

"Kalau Diskes sudah oke, baru nanti kita jadwalkan vaksin Covid-19 di sekolah masing-masing," katanya.

Walau diakuinya, dari total 45.000 pelajar penerima vaksin, beberapa dari mereka ada yang mengikuti vaksinasi dari kelompok umum atau lain. Namun datanya belum dapat dipastikan.

"Ini tidak masalah semua upaya percepatan," katanya.

Maka ia mengimbau warga Pekanbaru harus tetap disiplin pada protokol kesehatan. Terutama pada siswa dan guru yang setiap hari sudah melakukan pembelajaran tatap muka jangan abai, karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Selain vaksin, prokes menjadi kunci utama dalam pencegahan penyebaran virus Corona.

"Beberapa negara luar bahkan kini sedang alami penambahan kasus, jadi mari terapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencegah mobilitas interaksi)," jelas dia. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait