Kisah Orang Sakai Lulusan S2 Jerman, Hapus Stigma Terasing dan Tertinggal

Yang paling menonjol, adalah Mohamad Agar Kalipke, tokoh Sakai yang mengenyam bangku pendidikan hingga ke Jerman.

Eko Faizin
Senin, 11 Oktober 2021 | 12:06 WIB
Kisah Orang Sakai Lulusan S2 Jerman, Hapus Stigma Terasing dan Tertinggal
Mohamad Agar Kalipke saat menunjukan karya berupa kamus dan pantun yang ditulisnya. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Ia ingin, generasi sakai dan para pemuda pada umumnya supaya punya mimpi dan semangat yang kuat, supaya tidak dipandang sebelah mata. Sebagai orang Sakai asli, ia pun menepis anggapan bahwa Sakai adalah suku terbelakang dan tertinggal.

"Kalau kita dinyatakan terbelakang itu tak cocok, terbelakang di bidang mana. Kita paham tradisi, mungkin (narasi-narasi) yang dimaksud keterbelakangan itu dengan alat-alat modern. Saya kira, kita (Sakai) dari segi pemikiran sudah maju, itu semua tergantung kesempatan yang diberikan, intelektualnya, otaknya, kita mungkin belum sempat isi dengan hal yang modern masa itu," ungkap Agar Kalipke.

Hal itu pun terbukti, pemuda-pemuda Sakai saat ini sudah tampil gemilang. Bahkan ada yang menjadi anggota DPR, mendominasi jadi pengusaha, sudah bangkit dan berkembang.

"Semua orang itu hanya perlu diberikan kesempatan, itulah sepertinya. Harapan besar saya, pemuda Sakai bisa mengabdi di negerinya sendiri, seperti Pertamina Hulu Rokan misalnya. Kita harap semua pihak dapat bantu membebaskan sakai dari kemiskinan, soal pendidikan dan keterancaman budaya Sakai," kata Agar.

Menurutnya, saat ini hutan sudah krisis, air dan alam juga demikian. Jadi, satu-satunya cara yaitu pemuda Sakai harus maju ke depan dan mengutamakan pendidikan.

"Tak ada jalan lain, pendidikan yang utama. Seterusnya pendidikan, segala pendidikan. Peluang itu sangat banyak, di TNI-Polri, Pertamina, dan lainnya. Gunakan kesempatan yang ada, cita-cita saya besar, saya katakan bahwa elemen masyarakat lainnya juga mesti ikut membantu masyarakat Sakai," pesannya.

"Kepada pemuda dan generasi penerus juga, kalian mesti punya semangat yang tinggi," tutur Cendikiawan Sakai ini.

Kontributor : Panji Ahmad Syuhada

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini