alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ulama Arab Saudi Singgung Jamaah Indonesia Hobi Selfie saat di Tanah Suci

Eko Faizin Sabtu, 07 Agustus 2021 | 06:41 WIB

Ulama Arab Saudi Singgung Jamaah Indonesia Hobi Selfie saat di Tanah Suci
Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili. [Tangkapan layar Youtube]

Ulama Arab Saudi bernama Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili tersebut memberikan komentar terkait selfie diselingi humor segar.

SuaraRiau.id - Hobi foto selfie jamaah asal Indonesia saat beribadah di Tanah Suci ternyata mendapat perhatian seorang ulama Arab Saudi.

Ulama Arab Saudi bernama Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili tersebut memberikan komentar terkait selfie diselingi humor segar.

Meski begitu, ia menyorot bahwa apa yang dilakukan oleh jamaah Indonesia selfie saat beribadah sangat tidak benar.

Video Syekh Sulaiman tersebut sudah diupload di Youtube oleh kanal Sultan Abdillah 2 tahun yang lalu.

“Di Masjid Nabawi ketika khatib berkhutbah dia (jamaah Indonesia) malah foto selfie. Dia tidak mendengarkan khutbah sedikit pun,” kata Syekh Sulaiman dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Sabtu (7/8/2021).

Ulama tersebut kemudian mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh orang Indonesia itu penuh dengan kedustaan, apalagi dilakukan dalam proses ibadah.

“Sungguh dia berbohong ketika berfoto dengan pose berdoa. Dusta dia, padahal dia tidak berdoa,” tutur Syekh Sulaiman.

“Ketika kembali ke Indonesia mereka memperlihatkan fotonya yang berpose sedang berdoa dan dipajang besar-besar di rumahnya,” sambung dia.

Lebih lanjut, Syekh Sulaiman juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh jamaah Indonesia tersebut tidak boleh ditiru oleh jamaah lainnya.

Bahkan, ia menyebut bahwa perbuatan tersebut haram hukumnya.

“Saya katakan kepada sekalian manusia bahwa ini haram. Meskipun ketika ada pelajaran di Masjid Nabawi, anggaplah keharaman itu terjadi hanya sepuluh persen saja, maka itu tetap haram,” pesannya.

Ia pun kembali mengingatkan kepada para jemaah untuk memperbaiki niat dalam menjalankan ibadah.

“Apakah kau datang ke Madinah untuk berbuat dosa? Tidak! Engkau datang ke Madinah untuk mendapatkan pahala,” tegas Syekh Sulaiman.

Komentar

Berita Terkait