alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Darurat Covid-19, Tempat Tidur RS di Pekanbaru Nyaris Penuh

Eko Faizin Senin, 03 Mei 2021 | 05:44 WIB

Darurat Covid-19, Tempat Tidur RS di Pekanbaru Nyaris Penuh
Ilustrasi pasien Covid-19. [Money SHARMA / AFP]

Di Pekanbaru, dr Indra Yovi, sudah 81 persen jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS).

SuaraRiau.id - Kasus Covid-19 Riau kian mengkhawatirkan. Jubir Satgas Covid-19 Riau dr Indra Yovi menyampaikan bahwa kasus positif dan pasien meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia menyebut kondisi kasus positif per Minggu 2 Mei 2021 semakin mengkhawatirkan, sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

"Minggu 2 Mei 2021 angka kematian di Provinsi Riau kembali memecahkan rekornya. Rekor yang tidak baik menurut kami, 16 orang meninggal dunia hari ini. Kemarin 15 orang," kata dr Indra Yovi dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Minggu (2/5/2021).

Di Pekanbaru, dr Indra Yovi, sudah 81 persen jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS).

"Dengan jumlah kasus baru 585 kasus, hampir 600 kasus. Ini menjadi suatu hal yang sangat mengkhawatirkan, buat kami semua. Terutama tenaga kesehatan di rumah sakit, Pekanbaru terutama 81 persen jumlah tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit," ungkap dr Yovi.

Dengan kondisi tempat tidur yang nyaris penuh, dirinya pun mengimbau masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran diri sendiri agar kasus tidak bertambah parah.

"Masih ada 19 persen lagi. Tapi, 19 persen bukan angka yang besar, dan ini kembali kami mengingatkan kesadaran kita bersama. Kita maunya apa, apa kita mau penuhkan rumah sakit atau kita turunkan, kita kendalikan terserah kita sebagai masyarakat. Saya pun sebagai masyarakat, tentu harus menyadari diri saya sendiri juga dan keluarga saya," ungkapnya

Pihaknya kembali mengingat agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

"Kita tidak bisa lagi berpikir sosialisasi, ataupun pemerintah, sekarang kalau mau menunjuk, tunjuk diri kita sendiri, yang kita lakukan bagaimana. Apakah kita sudah patuh memakai masker, apakah kita sudah mencoba menghindari kerumunan, apakah kita sudah menghindari bergerak atau mobilisasi ke tempat yang tidak perlu. Ini kembali ke kita. Kondisi seperti ini adalah kondisi yang mengkhawatirkan," sebut dr Yovi.

Komentar

Berita Terkait