Semburan Gas di Pesantren Al Ihsan Pekanbaru Berbahaya, Santri Diungsikan

"Artinya gas tersebut cukup berbahaya, potensi terbakar dan beracun," kata Riski.

Eko Faizin
Jum'at, 05 Februari 2021 | 06:35 WIB
Semburan Gas di Pesantren Al Ihsan Pekanbaru Berbahaya, Santri Diungsikan
Semburan gas alam terjadi di area lingkungan Pondok Pesantren Al Ihsan jalan Tenayanraya, Pekanbaru, Kamis (4/2/2021). [Foto: Riauonline]

SuaraRiau.id - Pondok Pesantren Al Ihsan Jalan Tenayanraya, Pekanbaru digegerkan dengan semburan gas yang terjadi di area sekolahnya, Kamis (4/2/2021). Atas insiden itu, sejumlah santri panik dan berhamburan keluar.

Terkait hal peristiwa tersebut, Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau bersama perusahaan gas EMP Bentu Ltd turun langsung ke lokasi.

"Kawan-kawan ESDM dan EMP Bentu sudah ke lokasi untuk memastikan gas tidak berbahaya dan akan tangani langsung," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Chairul Riski dikutip dari Antara, Kamis (4/2/2021).

Usai ditelusuri, diketahui bahwa titik semburan gas berjarak 180 meter dari pipa gas EMP Bentu, dan berjarak 1 Kilometer dari Sumur gas EMP Bentu.

Di lokasi, tim telah mengukur kandungan LEL (Lower Explosive Limit) dan kandungan H2S di lokasi semburan gas. Hasilnya, ditemukan pada jarak lima meter kandungan LEL 13 persen dan H2S 1ppm.

"Artinya gas tersebut cukup berbahaya, potensi terbakar dan beracun," kata Riski.

Ia mengatakan tim menginstruksikan kepada Pengelola Ponpes Al-Ihsan agar melokalisasi area semburan dan melarang siapapun mendekat. Selanjutnya, EMP Bentu akan memonitor LEL dan H2S tersebut secara periodik per enam jam.

"EMP Bentu akan memasang garis kuning (yellow line) untuk batas aman," kata Riski.

Pengurus pondok berencana mengungsikan sementara santrinya sampai kondisi aman yakni kandungan LEL 0 persen dan H2S 0 ppm.

Disampaikan pihak Pondok Pesantren Al-Ihsan bahwa para santri telah diungsikan akibat semburan gas bumi yang tiba-tiba terjadi saat proses penggalian mencari sumber air di tempat tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini