alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terbang ke Jepang, Inilah Agenda Luhut dan Erick Thohir

Eko Faizin Kamis, 03 Desember 2020 | 11:20 WIB

Terbang ke Jepang, Inilah Agenda Luhut dan Erick Thohir
Luhut Binsar Panjaitan. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Selain penjajakan dukungan dari Jepang, Indonesia juga sedang jajaki dukungan dari Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat.

SuaraRiau.id - Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri BUMN Erick Thohir ke Jepang.

Kunjungan kerja ke Jepang itu dilakukan untuk menawarkan investasi dan memperkenalkan lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau lebih dikenal dengan Nusantara Investment Authority (NIA).

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Heri Akhmadi mengungkapkan kunjungan kedua Menteri ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Presiden RI dan PM Jepang di Bogor, tanggal 20 Oktober 2020.

"Presiden RI menugaskan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) dan Menteri BUMN RI berbicara dengan pemerintah dan pengusaha terkait di Tokyo pada 3-4 Desember 2020 untuk mendapatkan dukungan," ucap Heri di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). [ANTARA FOTO/Adam Bariq]
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). [ANTARA FOTO/Adam Bariq]

Luhut dan Erick Thohir direncanakan akan bertemu sejumlah pejabat Kementerian Ekonomi (METI) dan beberapa lembaga keuangan di Jepang, antara lain Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia adalah lembaga yang akan berfungsi mengelola investasi dan menunjang pembangunan ekonomi Indonesia.

Pemerintah RI mengharapkan NIA dapat mendorong perbaikan iklim investasi, pengembangan nilai aset negara dan menunjang pembangunan ekonomi, khususnya dalam mendukung realisasi proyek-proyek prioritas nasional.

Selain penjajakan dukungan dari Jepang, Indonesia juga sedang jajaki dukungan dari Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat.

Komentar

Berita Terkait