Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rumah Sakit Apung Bersandar di Pekanbaru, Satgas Covid-19 Riau: Belum Butuh

Chandra Iswinarno Selasa, 22 September 2020 | 19:42 WIB

Rumah Sakit Apung Bersandar di Pekanbaru, Satgas Covid-19 Riau: Belum Butuh
Kapal Rumah Sakit Apung (RSA)  Nusa Waluya II bersandar di Pelabuhan Indonesia (Pelindo II) perairan Sungai Siak Pekanbaru, Riau,  Sabtu (19/9/2020). [Suara.com/Wahyudi]

Pemkot Pekanbaru menginginkan fasilitas tersebut digunakan untuk membantu merawat pasien Corona, sedangkan Satgas Covid-19 Riau menilai belum membutuhkannya.

SuaraRiau.id - Keberadaan Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II yang sedang bersandar di Kota Pekanbaru untuk terlibat dalam penanganan pasien yang terpapar Virus Corona atau Covid-19 hingga saat ini belum dibutuhkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Riau, lantaran masih ada sarana prasaranan yang tersedia.

“Sampai sejauh ini belum (butuh), bukan berarti tidak, ya. Tapi, belum karena masih ada sarana prasana kesehatan yang tersedia, dan ada ruangan isolasi mandiri yang sudah disiapkan juga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Selasa (22/9/2020).

Padahal, RSA Nusa Waluya II merupakan hasil kolaborasi bersama antara doctorSHARE dan PT Multi Agung Sarana Ananda (MASA), sejak pekan lalu sudah bersandar di Pelabuhan Pelindo I Pekanbaru.

Namun, RS yang didesain mengapung dengan tongkang itu belum bisa beroperasi karena terkendala perizinan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menginginkan fasilitas tersebut digunakan untuk membantu merawat pasien Corona, sedangkan Satgas Covid-19 Riau menilai belum membutuhkannya.

Ia mengatakan, memang sudah ada nota kesepahaman antara Pemkot Pekanbaru dengan pihak RSA, namun masih simpang siur informasinya.

RSA Datang Tiba-tiba

Kehadiran RSA yang datang tiba-tiba menangani pasien Covid-19, lanjutnya, akan menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah tidak mampu lagi menangani pasien yang terpapar Virus Corona di Pekanbaru.

“Beritanya memang simpang siur. Ada yang bilang itu (RSA) untuk COVID-19, ada yang tidak. Karena itu, siang ini kita akan ketemu dengan dokter RSA yang menanganinya. Apa layak untuk penanganan COVID-19, kita belum lihat ke sana,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait