- Dugaan pelarangan renovasi gereja HKBP terjadi di Indragiri Hulu.
- Puluhan orang menggeruduk gereja tersebut pada Rabu (25/2/2026).
- Pihak gereja diminta menghentikan renovasi bangunan gereja.
SuaraRiau.id - Dugaan penggerudukan dan pelarangan renovasi gereja terjadi di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu pada Rabu (25/2/2026).
Gereja HKBP Kulim Jaya tersebut didatangi sekitar 70-an warga yang memaksa agar renovasi bangunan gereja dihentikan. Sebanyak 20 orang di antaranya masuk ke dalam gereja yang tengah direnovasi.
Pendeta Faber Manurung menyampaikan aksi warga yang melarang dan memaksa pihak HKBP Kulim Jaya untuk menghentikan renovasi bangunan gereja disaksikan Camat dan Kapolsek Lubuk Batu Jaya.
"Jumlah jemaat HKBP Kulim Jaya saat ini mencapai 200 jiwa," katanya, Rabu (4/3/2026).
Pendeta Faber menyebut kondisi bangunan gereja HKBP Kulim Jaya berdiri sejak 1995 ini sudah tidak layak digunakan, sehingga pihaknya melakukan renovasi dengan memasang fondasi.
"Kondisi papan gereja yang lapuk dan hancur, atap bocor-bocor, dan sangat tidak layak dan nyaman digunakan beribadah, kami memutuskan sejak Februari tahun ini untuk merenovasi bangunan HKBP Kulim Jaya," ungkapnya.
Beberapa tahun berikutnya, gereja mendirikan tiang-tiang bangunan, namun warga kembali datang dan mengancam agar tidak dilanjutkan proses renovasi.
"Tetapi, sekelompok warga datang melarang pembangunan fondasi gereja," kata dia.
Pendeta Faber menjelaskan bahwa HKBP Kulim Jaya adalah gereja yang resmi terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia dan sudah mempunyai sertifikat hak milik yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Karena itu, kami berharap jajaran pemerintah dan aparat di Kecamatan Lubuk Batu Jaya dan Kabupaten Indragiri Hulu untuk memfasilitasi renovasi dan pembangunan gereja HKBP Kulim Jaya yang adalah hak kami," pintanya.
Sebagai warga negara, menurut Faber, pihaknya juga mempunyai hak berperan dan berpartisipasi ikut memajukan wilayah dari mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan bahkan nasional.
Dia menyampaikan, situasi keuangan gereja HKBP Kulim Jaya yang masih membutuhkan dukungan yang mengharuskan proses renovasi gereja dilakukan pelan-pelan sambil menunggu bantuan dana dari pihak-pihak yang peduli terhadap perjuangan jemaat HKBP Kulim Jaya.
Rencananya, Kamis (5/3/2026) besok, akan digelar mediasi antara HKBP Kulim Jaya dengan perwakilan warga penentang yang dilakukan oleh pihak pemerintah di Kantor Kecamatan Lubuk Batu Jaya.