- Kapolri memutasi Brigjen Pol Hengki Haryadi dari posisi Wakapolda Riau menjadi Kapolda Papua Barat Daya pada 30 Agustus 2026.
- Brigjen Pol Simson Zet Ringu ditunjuk untuk mengisi posisi baru sebagai Wakapolda Riau menggantikan pejabat sebelumnya.
- Mutasi tersebut tertuang resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/877/VII/KEP./2026 yang diterbitkan tanggal 30 Agustus 2026.
SuaraRiau.id - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi masuk dalam daftar ratusan pati dan pamen Polri yang turut dimutasi Kapolri. Ia dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya.
Rotasi kenaikan jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/877/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026.
Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa tugas Hengki di Polda Riau yang relatif singkat.
Brigjen Hengki Haryadi baru dilantik sebagai Wakapolda Riau pada 14 Desember 2025 lalu menggantikan Brigjen Andrianto Jossy Kusumo.
Sosok Hengki memang tidak asing dalam penanganan persoalan keamanan di Jakarta. Pengalamannya selama bertugas di wilayah metropolitan menjadi alasan dikaitkan dengan pemberantasan premanisme.
Ketika menjabat Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2013, Hengki Haryadi menangkap Rosario de Marshal alias Hercules yang sekarang menjadi Ketua GRIB Jaya.
Belakangan, sejumlah rekaman wawancara Hengki dengan jurnalis senior Najwa Shihab terkait penangkapan Hercules ramai dibicarakan di media sosial.
Hengki dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman panjang, terutama di bidang reserse dan penyidikan.
Selama tugas di Polda Riau, dia menjadi salah satu figur yang kerap tampil dalam berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Sepanjang kariernya, Hengki pernah menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapolres Metro Jakarta Barat, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.
Di Polda Papua Barat Daya, Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.
Jabatan Wakapolda Riau akan diisi oleh Brigjen Pol Simson Zet Ringu, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Gorontalo.