- Pemadaman listrik total memunculkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.
- Tak hanya rumah tangga, pelaku usaha Pekanbaru juga terganggu secara bisnis.
- Sebuah kafe di Ibu Kota Riau itu menuturkan jika omzet penjualannya menurun.
Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan besar karena penerangan sangat terbatas.
"Order yang terlambat tentu sangat banyak. Apalagi kami kerja cuma pakai lilin atau cahaya HP, itu jelas tidak cukup untuk kelancaran operasional," ungkapnya.
Meski terdampak cukup besar, pihak coffee shop memilih tidak menggunakan genset karena biaya sewa dinilai tidak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh selama kondisi blackout berlangsung.
Saat menghadapi keterlambatan pesanan, Cantika mengaku pihaknya berusaha tetap mengutamakan komunikasi yang baik kepada pelanggan dengan menjelaskan situasi yang terjadi akibat pemadaman listrik.
Di akhir wawancara, Cantika berharap PLN terus melakukan pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam waktu lama.
"Warga sebenarnya tidak menuntut PLN bebas 100 persen dari gangguan. Tapi paling tidak cepat penanganannya, jujur penyampaiannya, dan terlihat usahanya untuk memperbaiki sistem," tegasnya.
Kontributor : Rahmat Zikri