"Anak-anak kami berhasil meraih juara hari ini adalah bukti bahwa penerapan STEM ini benar-benar berdampak baik dalam pembelajaran di sekolah, sehingga bukan hanya guru, namun siswanya juga mampu menjadi lebih kreatif," kata Nurul Daryati, selaku guru pendamping dari SMA Negeri 1 Rimba Melintang, Rokan Hilir.
Para peserta dalam kompetisi STEM ini merupakan guru maupun siswa yang berpartisipasi dalam program STEM PHR angkatan (batch) 1, angkatan 2 hingga angkatan 3. Dimana sebelumnya, PHR bersama SEAQIS telah menyelenggarakan program STEM dalam tiga batch yang melibatkan sekolah dasar hingga menengah atas di Provinsi Riau.
Kompetisi STEM dirancang untuk mendorong implementasi STEM yang efektif di sekolah. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya dalam mendorong pengembangan kapasitas guru dan siswa dalam pembelajaran STEM.
"Bagaimana peserta didik bisa berprestasi, begitu pula para guru bisa memberikan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan sehingga lebih banyak lagi peserta didik tertarik dengan pelajaran bidang STEM ini," ucap kata Corporarte Secretary PHR, Rudi Ariffianto.
Baca Juga:HUT ke-6, Pertamina Hulu Rokan Siap Sambut Tantangan Masa Depan
Dalam beberapa kesempatan, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintah tengah fokus mendorong pendidikan bidang kedokteran dan STEM sembari membina bidang lainnya. Pembelajaran di bidang STEM perlu mendapat perhatian lebih guna menghasilkan generasi yang menguasai teknologi.
PHR bangga menjadi perusahaan penggagas pendidikan STEM pertama di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Melalui kompetisi STEM ini diharapkan dapat mengukur pencapaian sekolah dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM.
PHR menyadari keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu ditingkatkan agar bisa bersaing secara global, terlebih di tengah kuatnya persaingan Revolusi Industri 4.0. PHR memandang usaha tersebut perlu didukung dengan peningkatan kompetensi tenaga pengajar dengan pendekatan pengetahuan STEM.
"Lewat metode ini, peserta didik tidak lagi hanya sekadar diberi pemahaman, namun perlu dibekali keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif," kata Rudi.
Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang pendidikan, PHR konsisten mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik di Provinsi Riau. Menggandeng SEAQIS sebagai mitra pelaksana, PHR secara konsisten sejak 2022 menyelenggarakan program peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam pembelajaran STEM di wilayah kerja PT PHR WK Rokan.
Baca Juga:Awalnya Diragukan Lantas Diandalkan, Cerita 80 Tahun Lapangan Minas
Pemprov Riau mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PHR yang selama ini dinilai sangat peduli dan bersinergi dalam pengembangan sumber daya manusia di Riau.