Bensin Sawit, Jalan Menuju Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Salah satunya melalui riset pengembangan bahan bakar berbahan dasar kelapa sawit.

Eko Faizin
Rabu, 15 November 2023 | 08:19 WIB
Bensin Sawit, Jalan Menuju Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Ilustrasi kelapa sawit. [Antara/Wahyu Putro]

Namun bahan bakar ini masih belum dapat dipasarkan dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kedepannya, pemerintah merencanakan target untuk memproduksi bensa sebesar 238,5 kiloliter (kL) per hari.

Sebenarnya, proyek bensa telah dimulai sejak tahun 1982, dengan mengonversi stearin menjadi bahan bakar nabati yang terdiri dari bensin, gerosin serta minyak disel.

Kemudian pada tahun 2018, BPDPKS memutuskan untuk turun tangan memberikan bantuan pendanaan guna mengembangkan teknologi produksi bensa dalam skala besar.

Dalam Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2023, salah satu anggota tim peneliti Pusat Rekayasa Katalis ITB Melia Laniwati Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah berfokus pada aspek katalis.

Hal ini dikarenakan untuk dapat mengonversi minyak nabati (IVO) dan minyak nabati industri campuran (MIVO) dalam proses pengembangan bensa sangat bergantung pada katalis serta kondisi proses.

Dalam konteks kimia, katalis merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan oleh reaksi itu sendiri.

Karena katalis itu bisa mempercepat reaksi miliaran bahkan triliunan kali lebih besar, dan mengarahkan ke produk yang kita inginkan, oleh sebab itu kami sedang mengembangkan katalisnya. Kami ini sudah cukup lama mengembangkan katalis khususnya untuk proses cracking IVO menjadi bensa.

Selain mampu menciptakan energi yang lebih bersih, Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto menilai pengembangan bensa nantinya juga akan memuluskan jalan bagi Indonesia untuk menyejahterahkan para petani. Pasalnya, riset ini dapat membantu pembuatan "steam engine" yang lebih murah dibandingkan turbine, sehingga bisa diakses lebih luas oleh para petani.

Sebenarnya pabrik kecil ini sangat ditunggu para petani, artinya makin kecil makin terjangkau dan impian untuk mengelola buahnya untuk menjadi minyak itu bisa terealisasi dan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dari pada petani itu sendiri. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini