"Jadi yang buat list undangan itu siapa?," tanya Budi.
Namun, pertanyaan Budi tidak dapat dijawab pihak manajemen BOB pada saat itu.
Budi juga menilai kegiatan yang dibuat BOB PT BSP itu terkesan dipaksakan. Sebab seminggu setelahnya sudah alih kelola Blok CPP ke BUMD PT BSP secara keseluruhan 100 persen.
"Apa krusialnya BOB buat itu, padahal itu kan sudah injury time istilahnya," ujarnya.
"Setelah itu kenapa acara itu dibuat di Kepri, kenapa tidak di Pekanbaru saja agar tidak memakan biaya yang besar," sambung dia.
Sementara itu, General Manajer (GM) BOB PT BSP-Pertamina Hulu yang kini masuk dalam direksi PT BSP, Ridwan, menyampaikan kemelut yang terjadi antara pihaknya dengan PT ASP sudah pada tahap penyelesaian.
"Pencairan dana kegiatan kepada vendor saat ini tengah diproses di accounting. Dalam kesepakatannya BOB PT BSP akan membayar tagihan tersebut paling lambat 30 hari dari invoice yang masuk," kata Ridwan.
Soal kegiatan yang dilaksanakan di Kepri, Ridwan menceritakan awalnya pihak BOB PT BSP mengadakan kegiatan diskusi panel pemangku kepentingan di Pekanbaru.
Namun ada pihak yang ingin menggeser kegiatan di luar wilayah Riau dengan alasan sekalian untuk liburan.
"Waktu itu maunya di Pekanbaru, tapi karena ada eskalasi pada kegiatan terpaksa harus digeser ke Lagoi, Bintan," katanya.