Napi Rutan Pekanbaru Putuskan Masuk Islam: Saya Merasakan Ketenangan Hati

Napi bernama Perianus memutuskan masuk Islam setelah dihantui rasa bersalah usai mengakhiri hidup seseorang.

Eko Faizin
Kamis, 08 September 2022 | 19:12 WIB
Napi Rutan Pekanbaru Putuskan Masuk Islam: Saya Merasakan Ketenangan Hati
ilustrasi narapidana masuk Islam di penjara. [pixabay.com]

"Sekarang masih belajar iqro, karena belum bisa kalau baca Alquran langsung," tuturnya.

Selain Perianus, di tahun 2022 ini sebanyak 5 orang WBP sudah menjadi mualaf dan dikhitan di Rutan Pekanbaru. Jumlah santri di Pondok Pesantren Al Hidayah saat ini sebanyak 102 orang.

Melalui pondok pesantren, para santri diajarkan banyak ilmu tentang Islam, diantaranya ilmu fiqih, bahasa arab, tahfiz quran, tajwid, tahsin, muhadaroh, hadist, tausyiah, kajian-kajian ilmu, adab harian dan murotal.

Karutan Pekanbaru, M. Lukman, mendukung penuh WBP untuk menjadi lebih baik sesuai keinginan dan pilihan hatinya.

"Kami siap menemani serta memberikan bimbingan kepada WBP yang ingin memeluk Islam dan menjadi santri Rutan Pekanbaru,” tutur Lukman.

Ia berharap warga binaan yang menyesali perbuatannya melanggar hukum dapat menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat ketika sudah bebas dari rutan nanti.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini