"Waktu itu hari hujan dan Banjir di dekat Radja Kopi di jalan Arifin Achmad, karena macet banyak pengendara ambil jalan pintas dekat sini," ucap Wandi, Kamis (2/9/2021).
Selanjutnya, anak-anak dekat lokasi tersebut membantu mengatur arus lalulintas yang macet parah tersebut.
Kemudian, anak Ida Yulita Susanti lewat di jalan tersebut menggunakan mobil sedan putih.
"Posisi mobil anak Ida ini agak ke tengah dan mengambil jalan lain, sehingga mobil lain tak bisa lewat. Untuk mengatasinya, anak-anak sekitar yang mengatur macet tadi meminta mobil anak Ida ini untuk minggir sedikit, namun menolak," lanjutnya.
Anak Ida ini malah cekcok dengan anak-anak yang mengatur kemacetan tersebut di jalan Arifin Achmad.
Ketika anak Ida lewat, tak sengaja dia menyerempet kaki anak-anak di sana, dan sempat terjadi perdebatan namun sudah damai.
Namun menjelang petang, sejumlah orang yang diduga rombongan Ida menyerang anak-anak yang sempat ribut itu.
"Menjelang maghrib, datanglah Ida Yulita ini bersama anak dan suami serta rombongan lain menyerang anak-anak yang cekcok sama dia tadi pakai linggis," terangnya.
Sejumlah orang yang ketakutan didatangi rombongan anggota DPRD itu ketakutan dan mencoba bersembunyi.
"Anak ini karena merasa ketakutan masuk dalam rumah ipar saya, lalu didobrak sama rombongan Ida, teriak lah anak itu baru datang warga beramai-ramai," sambung Wandi.