Trestle Pelabuhan Tanjung Buton Ambruk, KSOP: Sudah Miring Sejak Mei 2025

Kondisi trestle pelabuhan tersebut sudah mengalami kemiringan sejak Mei 2025.

Eko Faizin
Selasa, 06 Januari 2026 | 11:25 WIB
Trestle Pelabuhan Tanjung Buton Ambruk, KSOP: Sudah Miring Sejak Mei 2025
Trestle Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton Siak ambruk, Senin (5/1/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Trestle Pelabuhan Tanjung Buton Siak roboh pada Senin kemarin.
  • Ambruknya jalan penghubung itu menyebabkan satu mobil masuk ke laut.
  • Kepala KSOP menyebut trestle mengalami kemiringan sejak Mei 2025.

SuaraRiau.id - Warga Siak dihebohkan dengan ambruknya jalan penghubung (trestle) Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang berada di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kepala KSOP Kelas II Pelabuhan Tanjung Buton, Pujo Kurnianto membenarkan trestle ambruk yang menyebabkan satu mobil masuk laut.

Dikatakan Pujo, sejak pihaknya mengelola, kondisi trestle pelabuhan tersebut sudah mengalami kemiringan sejak Mei 2025.

Sebuah mobil jatuh ke laut akibat jalan penghubung Pelabuhan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Siak ambruk pada Senin (5/1/2026) sore. [Ist]
Sebuah mobil jatuh ke laut akibat jalan penghubung Pelabuhan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Siak ambruk pada Senin (5/1/2026) sore. [Ist]

"Iya, kondisinya itu pelabuhan tersebut sudah mengalami kemiringan," kata Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton.

Sehingga, pihaknya melakukan mitigasi dan merubah beban angkutan mobil muatan yang  akan melewati trestle tersebut.

"Hasil dari mitigasi, karena terjadi kemiringan maka mobil angkutan yang dulunya bisa bermuatan 32 ton kami kurangi hanya 15 ton," sambungnya.

Lanjut Pujo, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terkait mobil minibus yang masuk ke dalam laut akibat ambruknya trestle pelabuhan tersebut akibat lalainya pemilik mobil.

"Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Soal mobil minibus itu salah pemiliknya sendiri, soalnya sudah tertera dilarang parkir di trestle tapi masih parkir disitu," lanjutnya.

Pujo menyampaikan jika belum dapat memastikan kepemilikan mobil tersebut. Karena, saat itu kondisi kapal sudah mau berangkat dari pelabuhan.

"Itu posisinya kapal sudah mau berangkat. Itu mobil entah milik PBM-nya ntah milik kompeyornya," sebutnya.

Pujo menduga, ambruknya trestle pelabuhan KITB tersebut berkaitan erat dengan pengelolaan dan perawatan saat pelabuhan KITB dikelola oleh  Badan Usaha Pelabuhan (BUP) saat itu.

"Dari BUP yang lama tidak ada perawatan sama sekali. Kan saat itu dikelola oleh BUP PT SS itu," kata Pujo.

Lebih jauh, Pujo menyebutkan seharusnya selama 9 tahun dikelola oleh BUP PT SS, pelabuhan KITB tersebut harus ada perawatan.

"Sembilan tahun dikelola BUP PT SS seharusnya ada menganggarkan untuk perawatan," sebutnya.

Sebelumnya, sebuah minibus warna putih terlihat terapung di kawasan Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Senin (5/1/2026) sore.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini