“Bentuk jahitan dan warnanya ini menggambarkan kebangsawanan Sultan Syarif Kasim II,” kata dia.
Destinasi wisata baru Siak
Bernama lain Istana Tengku Syarifah Latifah, Istana Peraduan akan dijadikan salah satu tempat destinasi wisata baru di Kabupaten Siak.
Istana Peraduan satu komplek dengan Istana Asserayah Alhasyimiah atau Istana Matahari Timur. Istana Peraduan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari popularitas Istana Siak yang menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kami sedang mengajukan surat agar Istana Peraduan dapat dibuka untuk umum dan menjadi situs bersejarah yang dapat dijadikan sebagai tempat edukasi, penelitian dan lainnya, sebab ada diorama di dalamnya,” ungkap Fauzi Asni.
Dikatakan Fauzi Asni, masyarakat secara luas pasti sangat penasaran seperti apa rasanya berada di dalam Istana Peraduan dan apa saja yang ada di dalam istana.
“Saat ini kami sedang mengusulkan kepada Bupati Alfedri, mudah mudahkan secepatnya dapat dibuka untuk umum, sehingga masyarakat yang mencintai budaya dan sejarah dapat lebih dekat dan tahu seperti apa di dalam Istana Peraduan itu,” ungkap Fauzi Asni.
Dijelaskan Fauzi, untuk jumlah orang yang bisa masuk ke dalam Istana Peraduan akan dibatasi hanya 10 orang dalam satu rombongan dengan durasi hanya 10 menit.
Lanjutnya, petugas yang berada di dalam Istana Peraduan hanyalah 4 orang untuk memandu wisatawan. Istana Peraduan itu disekat oleh 6 ruangan, yakni ruangan tamu, kamar Sultan, ruangan makan, ruangan keluarga, dapur dan teras belakang.
"Nanti teknisnya akan diatur sedemikian rupa dengan standar protokol kesehatan yang ketat agar tidak menjadi klaster baru," jelas Fauzi.
Kontributor : Alfat Handri