alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berarsitektur Tionghoa-Melayu, Begini Sejarah Rumah Kapitan Bagansiapiapi

Eko Faizin Sabtu, 10 April 2021 | 17:47 WIB

Berarsitektur Tionghoa-Melayu, Begini Sejarah Rumah Kapitan Bagansiapiapi
Rumah Kapitan yang berada di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Bangunan dengan perpaduan arsitektur tradisional Tionghoa dan Melayu ini masih berdiri tegak berdiri meskipun telah dimakan usia.

SuaraRiau.id - Bangunan rumah kapitan di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir adalah salah satu warisan budaya yang masih tersisa.

Bangunan dengan perpaduan arsitektur tradisional Tionghoa dan Melayu ini masih berdiri tegak berdiri meskipun telah dimakan usia.

Rumah kapitan terletak di pertengahan tiga jalan yakni jalan Sumatera, Jalan Pahlawan, dan jalan Mawar kota Bagansiapiapi, lokasi itu kerap kali dikunjungi wisatawan hingga kini.

Apalagi saat perayaan hari-hari besar di daerah berjuluk kota ikan tersebut, jaraknya sekitar 25 meter dari belakang kelenteng Ing Hok Kiong. Hanya berjalan sebentar di sebuah gang kecil, bangunan itu sudah bisa dilihat.

Bangunan kuno ini dibangun pada abad ke-19, rumah kapitan ini memiliki sejarah penting, khususnya menyangkut sistem kekuasaan Opsir (Kapitan) Tionghoa semasa berkuasa di Bagansiapiapi.

Salah satu yang menjadi daya tarik bangunan ini adalah piano kuno yang dibuat di tahun 1920 produksi Zeitter and Winkelmann dari kota Braunschweig, Jerman. Dan menurut catatan Pabrik piano ini sudah hancur saat perang dunia ke-2 yang dibom oleh sekutu.

Adapun beberapa peninggalan kapitan yang menarik lainnya adalah, ornamen seperti tempat tidur, foto-foto maupun patung.

Seorang wisatawan dari Kota Pekanbaru, Yudi (40) yang ditemui di lokasi menyebut bahwa bangunan dengan corak tradisional Tionghoa dan Melayu ini sangat berkesan.

Makanya, saat mengunjungi kota Bagansiapiapi, ia tak menyia-nyiakan waktu untuk bisa berkunjung ke situs sejarah yang masih terawat ini.

"Bangunannya masih kokoh, ada nilai-nilai sejarahnya. Semoga bisa tetap dilestarikan," katanya, beberapa waktu lalu.

Komentar

Berita Terkait