Candi Muara Takus, Destinasi Wisata Sejarah di Riau yang Tetap Lestari

Untuk menjangkau lokasi ini, jaraknya dari Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau sekitar 128 Km.

Eko Faizin
Sabtu, 06 Maret 2021 | 10:55 WIB
Candi Muara Takus, Destinasi Wisata Sejarah di Riau yang Tetap Lestari
Bangunan Candi Muara Takus yang masih kokoh tegak berdiri di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Candi Palangka merupakan candi yang terkecil, relung-relung penyusunan batu tidak sama dengan dinding Candi Mahligai. Dulu sebelum dipugar bagian kakinya terbenam sekitar satu meter. Candi Palangka mulai dipugar pada tahun 1987 dan selesai pada tahun 1989.

Pemugaran dilaksanakan hanya pada bagian kaki dan tubuh candi, karena bagian puncaknya yang masih ditemukan pada tahun 1860 sudah tidak ada lagi.

Di bagian sebelah utara terdapat tangga yang telah rusak, sehingga tidak dapat diketahui bentuk aslinya. Kaki candi berbentuk segi delapan dengan sudut banyak, berukuran panjang 6,60 m, lebar 5,85 m serta tingginya 1,45 m dari permukaan tanah dengan volume 52,9 m3.

Bangunan keempat dinamakan Candi Bungsu. Candi Bungsu terletak di sebelah barat Candi Mahligai. Bangunannya terbuat dari dua jenis batu, yaitu batu pasir (tuff) terdapat pada bagian depan, sedangkan batu bata terdapat pada bagian belakang.

Pemugaran candi ini dimulai tahun 1988 dan selesai dikerjakan tahun 1990. Melalui pemugaran tersebut candi ini dikembalikan ke bentuk aslinya, yaitu empat persegi panjang dengan ukuran 7,50 m x 16,28 m. Bagian puncak tidak dapat dipugar, karena tidak diketahui bentuk sebenarnya. Tinggi setelah dipugar 6,20 m dari permukaan tanah, dan volume nya 365,8 m3.

Selain bangunan-bangunan tersebut di atas, di sebelah utara atau tepat di depan gerbang Candi Tuo terdapat onggokan tanah yang mempunyai dua lobang.

Tempat ini diperkirakan tempat pembakaran jenazah. Lobang yang satu untuk memasukkan jenazah dan yang satunya lagi untuk mengeluarkan abunya.

Tempat pembakaran jenazah ini, termasuk dalam pemeliharaan karena berada dalam komplek percandian. Di dalam onggokan tanah tersebut terdapat batu-batu kerikil yang berasal dari sungai Kampar.

Di luar kompleks Candi Muara Takus, yaitu di beberapa tempat di sekitar Desa Muara takus juga diketemukan beberapa bangunan yang diduga masih erat kaitannya dengan candi ini.

Bagi Anda para wisatawan yang hobi mengunjungi tempat bersejarah, kalau bertandang ke Riau, jangan lupa mampir ke situs sejarah peninggalan para pendahulu kita.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini