Untuk benteng, hanya bersisa sebagian dari gudang mesiu dan dapur.
21 Februari 1761 Belanda hampir sempurna merampungkan pembangunan pertahanan di Pulau Guntung dan sudah dipersenjatai. Ditunjuk Vaandrig August Hieronimus Seijdel sebagai Komandan Garnizunnya.
Di dalam benteng di Pulau Guntung terdapat seorang sersan, tiga kopral,tiga puluh serdadu, seorang pemukul genderang, seorang konstapelmaat, seorang penembak bos, seorang pembantu, dan semuanya bangsa Eropa.
Sementara diluar benteng ada pula seorang sersan, dua kopral dan duapuluh dua serdadu, semuanya orang Bugis, yang apabila keadaan telah aman akan ditarik kembali.
Berikut Penggalan Syair Raja Siak tentang dimulainya perang penaklukan Siak tahun 1761.
Adapun akan Duli Baginda
Memerintah negeri pengganti ayahanda
Usul bangsawan lakunya syahda
Menanggung masgul didalam dada
Belumlah patut menjadi raja
Umur kecil sedang remaja
Ditentang tentang kepada durja
Tetapi sudah takdir atasnya
Tidak berapa lama antara
Datanglah kabar dengan segera
Orang welanda membuat mara
Dendam di guntung dibalasnya
Sekejab diperbuat Kota Berjalan
Diaturnya berkeliling pula apilan
Dinaikkan meriam bertimbalan
Diatasnya panglima yang handalan
Adalah Kapitannya yang terutama
Tengku Yusuf mula pertama
Raja Lontar serta bersama
Syekh Salim wazir ulama