Eko Faizin
Kamis, 12 Februari 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi - Pengungsi Rohingya Meninggal di Kamp Pekanbaru, Sempat Tanya soal Bantuan [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Seorang warga Rohingya meninggal di kamp pengungsian Pekanbaru.
  • Pengungsi bernama Hossain Imam itu sempat dilarikan ke rumah sakit.
  • Sebelum meninggal, dia sempat bertanya soal bantuan kebutuhan hidup.

SuaraRiau.id - Seorang imigran Rohingya meninggal dunia di kamp pengungsian belakang Bandar Serai (Purna MTQ) Pekanbaru pada Minggu (8/2/2026) sore.

Kabar meninggalnya pengungsi Rohingya bernama Hossain Imam tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah.

AKP Anggi menjelaskan jika warga negara Myanmar itu sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Syafira Pekanbaru.

"Benar, namanya Hosain Iman berusia 22 tahun. Ia sempat dilarikan ke RS Syafira pada Minggu 8 Februari 2026," kata AKP Anggi saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (12/2/2026).

AKP Anggi menjelaskan, hasil penyelidikan awal Hossain Imam saat tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

 "Kuat dugaan meninggal karena sakit. Karena  tidak terdapat tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan lainnya pada almarhum," ungkapnya.

Terpisah, informasi yang berhasil Suara.com himpun Iman sehari-hari tinggal di kamp pengungsian warga Rohingya yang berada di belakang MTQ Pekanbaru.

Sebelum meninggal, Iman kabarnya sempat mendatangi panitia kamp pengungsian pada sore hari.

Ia menanyakan kepastian bantuan kebutuhan hidup sehari-hari bagi keluarganya, termasuk kejelasan keberlanjutan dukungan dari International Organization for Migration (IOM).

Dalam sejumlah pemberitaan disebutkan juga bahwa almarhum diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat terkait kondisi kehidupan di pengungsian.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih mengarah pada dugaan sakit mendadak, bukan akibat tindak kekerasan.

Jenazah Iman kemudian ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Kontributor : Rahmat Zikri

Load More