- Kabut asap mulai menyelimuti Kota Siak pada Kamis (12/2/2026).
- Kemunculan tersebut disinyalir akibat kebakaran hutan dan lahan.
- Seorang warga mengaku trauma terkena ISPA seperti sebelumnya.
SuaraRiau.id - Kabut asap tipis disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Siak sejak pagi dini hari hingga menjelang siang, Kamis (12/2/2026).
Salah seorang warga Mempura, Sugiono merasakan udara kurang sehat tersebut saat pagi hari mengantar anaknya ke sekolah.
Namun, perkiraan perkiraan awal itu hanya kabut embun berubah saat pada siang hari menjemput anaknya pulang sekolah ternyata kabut itu masih tetap ada.
"Pagi antar anak sekolah sudah berkabut, kirain kabut embun rupanya itu kabut asap. Soalnya sampai siang jemput anak sekolah kabut itu masih tetap ada," kata Sugiono kepada Suara.com, Kamis (12/2/2026) siang.
Ditambahkan Sugiono, dia memiliki trauma tersendiri terhadap kabut asap. Saat itu sekeluarga menderita batuk hebat disertai sesak lantaran setiap hari menghirup udara tak sehat.
"Kalau udah berkabut kabut gini tanda-tanda penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akan menyebar lagi di tengah masyarakat," tambahnya.
"Waktu itu, karena kabut asap begini kami sekeluarga harus dirawat karena menderita ISPA," sambung Sugiono.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara menyebutkan bahwa kabut asap merupakan kiriman dari Kabupaten Bengkalis dan Kampar.
"Sepertinya itu asap kirima dari Kabupaten Bengkalis, sebab di karhutla di Siak masih terkendali dan luas terbakarnya masih tergolong kecil kecil," katanya.
Novendra menyatakan bahwa pihaknya tetap siaga untuk menghindari karhutla tak terkendali.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengam cara membakar di tengah cuaca saat ini.
"Meski masih terpantau kecil kecil, kami tetap melakukan siaga. Kami mengimbau agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar," ungkap Novendra.
Ia juga meminta agar perusahaan yang memiki lahan di Siak untuk melakukan patroli kebakaran agar situasi dapat terkendali.
"Kami terus lakukan patroli kebakaran, agar situasi dapat segera dikendalikan. Sebab, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci agar api tak meluas," tandasnya.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Wali Kota Ingin Cepat Bangun Jembatan Siak V dan Jalan Lingkar Pekanbaru
-
PNM Tumbuhkan Semangat Kemerdekaan dan Masa Depan Keluarga Ultra Mikro
-
Puluhan Warga di Rokan Hulu Diserang Orang Tak Dikenal, Ngaku Diancam Senjata Api