Eko Faizin
Kamis, 12 Februari 2026 | 15:04 WIB
Kabut asap mulai muncul di Kota Siak disinyalir akibat karhutla, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Kabut asap mulai menyelimuti Kota Siak pada Kamis (12/2/2026).
  • Kemunculan tersebut disinyalir akibat kebakaran hutan dan lahan.
  • Seorang warga mengaku trauma terkena ISPA seperti sebelumnya.

SuaraRiau.id - Kabut asap tipis disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Siak sejak pagi dini hari hingga menjelang siang, Kamis (12/2/2026).

Salah seorang warga Mempura, Sugiono merasakan udara kurang sehat tersebut saat pagi hari mengantar anaknya ke sekolah.

Namun, perkiraan perkiraan awal itu hanya kabut embun berubah saat pada siang hari menjemput anaknya pulang sekolah ternyata kabut itu masih tetap ada.

"Pagi antar anak sekolah sudah berkabut, kirain kabut embun rupanya itu kabut asap. Soalnya sampai siang jemput anak sekolah kabut itu masih tetap ada," kata Sugiono kepada Suara.com, Kamis (12/2/2026) siang.

Ditambahkan Sugiono, dia memiliki trauma tersendiri terhadap kabut asap. Saat itu sekeluarga menderita batuk hebat disertai sesak lantaran setiap hari menghirup udara tak sehat.

"Kalau udah berkabut kabut gini tanda-tanda penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akan menyebar lagi di tengah masyarakat," tambahnya.

"Waktu itu, karena kabut asap begini kami sekeluarga harus dirawat karena menderita ISPA," sambung Sugiono.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara menyebutkan bahwa kabut asap merupakan kiriman dari Kabupaten Bengkalis dan Kampar.

"Sepertinya itu asap kirima dari  Kabupaten Bengkalis, sebab di karhutla di Siak masih terkendali dan luas terbakarnya masih tergolong kecil kecil," katanya.

Novendra menyatakan bahwa pihaknya tetap siaga untuk menghindari karhutla tak terkendali.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengam cara membakar di tengah cuaca saat ini.

"Meski masih terpantau kecil kecil, kami tetap melakukan siaga. Kami mengimbau agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar," ungkap Novendra.

Ia juga meminta agar perusahaan yang memiki lahan di Siak untuk melakukan patroli kebakaran agar situasi dapat terkendali.

"Kami terus lakukan patroli kebakaran, agar situasi dapat segera dikendalikan. Sebab, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci agar api tak meluas," tandasnya.

Kontributor : Alfat Handri

Load More