SuaraRiau.id - Beredar video yang bernarasikan bahwa seorang bocah yang tengah memainkan handphone (HP) di kawasan Sukajadi, Kota Pekanbaru dihipnotis dan diculik, Rabu (15/12/2021) malam.
Dalam narasi sebuah akun Instagram menyebutkan bahwa telah terjadi penculikan anak di daerah Jalan Melati, Sukajadi Pekanbaru pada Rabu usai salat Isya.
Kabar penculikan tersebut ternyata tidak benar. Menurut polisi, peristiwa itu merupakan kasus pencurian HP.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi menjelaskan, bahwa kasus itu saat ini sudah ditangani pihak kepolisian.
"Sudah dilapor di Polsek Sukajadi, anak itu tidak diculik, namun HP-nya diambil," kata Kapolresta Pekanbaru, Kamis (16/12/2021).
Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap tindakan kriminal.
Terpisah, Kapolsek Sukajadi AKP Rahman juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya peristiwa tersebut bukan penculikan anak.
"Bukan penculikan anak, namun pencurian HP," tuturnya.
Ia menjelaskan, dimana saat itu anak dimaksud sedang memainkan HP di depan rumahnya, lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tidak dikenal mengajak anak tersebut naik sepeda motor.
"Saat itu dilihat oleh temannya dan dia memberi tau kepada orang tua anak tadi bahwa ada penculikan, sedangkan si korban beberapa meter dari TKP, pelaku menurunkan anak tersebut dan mengambil HP-nya," jelasnya.
Atas peristiwa itu, masyarakat sekitar tampak geger. Seketika, kerumunan massa mendatangi lokasi untuk melihat kejadian tersebut.
Rahman mengungkapkan, atas kejadian tersebut orang tua anak dimaksud melaporkan ke pihak berwajib yaitu Polsek Sukajadi, Polresta Pekanbaru.
"Sudah kami terima, saat ini masih dalam tahap penyelidikan pihak Reskrim Polsek Sukajadi," pungkasnya.
Kontributor : Panji Ahmad Syuhada
Berita Terkait
-
Tersangka Pencabulan Bocah Dalam Masjid Pekanbaru Ternyata Kuliah di Mesir
-
Lelaki di Pekanbaru Cabuli Anak Tiri sejak Bangku SD sampai SMA
-
Aturan Baru, Pemotor Bakal Dilarang Lewat Flyover Arengka Pekanbaru
-
Heboh Isu Penculikan Anak di Limapuluh Kota, Begini Kata Polisi
-
Orangtua Bocah Korban Pencabulan di Masjid Minta Pelaku Dihukum Berat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Petugas Kebersihan Kantor Gubernur Riau Dikabarkan Belum Gajian 2 Bulan
-
CEK FAKTA: Dana Rp100 T untuk Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi PNS, Benarkah?
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Pekanbaru, Senin 23 Februari 2026
-
Kasus APK Palsu Jadi Alarm Bahaya Keamanan Digital
-
Pria asal Bengkalis Bawa 1 Kg Kokain Ditangkap di Jakarta