- Pasar murah terus digelar Pemprov Riau untuk menjamin ketersediaan bahan pokok.
- Pada pekan ini, pasar murah diadakan di dua tempat wilayah Pekanbaru jelang Iduladha.
- Beberapa komoditas bahan pokok ditawarkan dengan harga yang terjangkau.
SuaraRiau.id - Pemprov Riau menggelar pasar murah demi menjamin ketersediaan bahan pokok dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang libur nasional perayaan Hari Raya Iduladha 2026.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti menyampaikan operasi pasar murah bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik serta mengontrol pergerakan harga.
"Sebagai upaya menjaga ketersediaan bahan pokok, Pemprov Riau terus menggencarkan operasi pasar murah untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan tujuan memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga komoditas penting," ujarnya, Senin (25/5/2026).
Pada pekan ini, pasar murah hadir di dua lokasi wilayah Pekanbaru halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Senin 25 Mei 2026.
Kemudian, agenda hari kedua akan diselenggarakan pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di halaman Kantor Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai.
Tetty memastikan seluruh komoditas yang dijual di gerai pasar murah memiliki selisih harga yang signifikan dan dipastikan berada di bawah harga pasar konvensional.
Dia menjelaskan, operasional pasar murah pekan ini sengaja dipadatkan hanya dua hari karena adanya momentum libur nasional dan cuti bersama Iduladha pada hari Rabu dan Kamis.
Merespons kekhawatiran masyarakat terkait isu kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, pihak Disperindagkop UKM Riau memberikan jaminan kepastian harga.
Berdasarkan data rincian harga komoditas, beras SPHP kualitas medium dibanderol dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Sementara untuk varian premium seperti beras Anak Daro dan beras Sokan dijual seharga Rp165.000 untuk kemasan 10 kilogram, serta Rp83.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Berdasarkan data rincian harga komoditas, beras SPHP kualitas medium dibanderol dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Sementara untuk varian premium seperti beras Anak Daro dan beras Sokan dijual seharga Rp165.000 untuk kemasan 10 kilogram, serta Rp83.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Selain beras, panitia juga menyediakan bahan pokok lain seperti Minyakita seharga Rp15.500 per bungkus, gula pasir Rp18.500 per kilogram, dan tepung terigu Segitiga Biru Rp13.000 per bungkus.
Tersedia pula garam kemasan seharga Rp2.000, sementara untuk komoditas cabai merah, bawang, kentang, hingga telur ayam akan dijual mengikuti fluktuasi harga dinamis tingkat petani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Pasar Murah Digelar di Dua Lokasi Pekanbaru Jelang Iduladha
-
PLN Klaim Listrik di Riau Kembali Normal 100 Persen usai Insiden Blackout
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit