- Wakil Wali Kota Markarius Anwar menyatakan kualitas udara Pekanbaru memburuk akibat kabut asap karhutla pada Senin, 14 September 2026.
- Peningkatan tajam pasien ISPA dari 170 menjadi 400 orang per hari tercatat di 21 puskesmas seluruh kecamatan Pekanbaru.
- Pemerintah mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan serta menggunakan masker demi menjaga kesehatan dari paparan asap.
SuaraRiau.id - Kualitas udara Pekanbaru kembali memburuk akibat diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Padahal sebelumnya, kualitas udara di Kota Bertuah tersebut sempat membaik setelah diguyur hujan beberapa hari lalu.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengimbau warganya mengurangi aktivitas di luar rumah untuk meminimalisir dampak kabut asap terhadap kesehatan.
"Yang masih beraktivitas di luar rumah, pakai masker lah. Tujuannya supaya kesehatan terjaga," ucapnya, Senin (14/9/2026) siang.
Markarius menjelaskan, berdasarkan laporan dari 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan, penderita ISPA akibat terpapar kabut asap meningkat tajam.
"Biasanya hanya 170 orang sehari, sekarang sampai 400 per hari terkait dengan pasien yang berkaitan dengan saluran pernafasan," katanya.
Politisi PKS tersebut mengatakan jika kabut asap yang kini kembali menyelimuti Pekanbaru berasal dari daerah kabupaten/kota dan provinsi tetangga.
Untuk itu, masyarakat harus sama-sama menjaga kesehatannya di tengah kabut asap karhutla yang melanda Pekanbaru.
"Artinya, kabut asap ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita. Jadi ini tanggung jawab kita bersama, sama-sama menjaga kesehatan. Mudah-mudahan ini cepat selesai," tegas Markarius.
Dia menyampaikan, kabut asap diduga berasal dari wilayah lain di luar Pekanbaru yang terbawa angin.
"Karena kondisi kita saat ini sudah tidak ada hotspot. Asap ini mengikuti arah angin dari selatan, maka hilang timbul. Kadang ada, kadang tidak. Kalau hujan, nanti bersih. Kalau tidak hujan, muncul lagi," terang Markarius.