- Kualitas udara Pekanbaru mencapai level sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan pada Senin malam.
- Asap kiriman dari daerah tetangga tersebut terbawa angin selatan dan sempat hilang timbul tergantung cuaca hujan.
- Peningkatan tajam pasien ISPA hingga empat ratus orang per hari membuat warga dihimbau memakai masker pelindung.
SuaraRiau.id - Kualitas udara Pekanbaru berdasarkan Indeks kualitas udara (AQI) dan polusi udara PM2.5 berada pada level Sangat Tidak Sehat sebesar 155.1 µg/m³ pada Senin (14/9/2026) malam.
Kondisi tersebut terjadi akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Riau dan provinsi tetangga.
Sebelumnya, kualitas udara sempat membaik setelah diguyur hujan beberapa hari lalu. Namun belakangan kembali memburuk seiring karhutla yang muncul kembali.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, kabut asap yang kini kembali menyelimuti Pekanbaru berasal dari daerah kabupaten/kota dan provinsi tetangga.
"Karena kondisi kita saat ini sudah tidak ada hotspot. Asap ini mengikuti arah angin dari selatan, maka hilang timbul. Kadang ada, kadang tidak. Kalau hujan, nanti bersih. Kalau tidak hujan, muncul lagi," ujarnya, Senin (14/9/2026) siang.
Untuk meminimalisir dampak kabut asap terhadap kesehatan, warga diimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Yang masih beraktivitas di luar rumah, pakai masker lah. Tujuannya supaya kesehatan terjaga," ucap Markarius.
Menurutnya, penggunaan masker di tengah kualitas udara yang memburuk dianjurkan mengingat kabut asap sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
Berdasarkan laporan dari 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan, terang Markarius, penderita ISPA akibat terpapar kabut asap meningkat tajam.
"Biasanya hanya 170 orang sehari, sekarang sampai 400 per hari terkait dengan pasien yang berkaitan dengan saluran pernafasan," ungkapnya.
"Artinya, kabut asap ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita. Jadi ini tanggung jawab kita bersama, sama-sama menjaga kesehatan. Mudah-mudahan ini cepat selesai," tegas Markarius.