- Sejak 2018, pengusaha Dermiyanti memanfaatkan modal dan pendampingan PT PNM Mekaar di Jambi.
- Dermiyanti mengembangkan usaha kue hingga beromset belasan juta rupiah dan mempekerjakan lima belas karyawan.
- Rumah produksi tersebut kini mampu menghasilkan ribuan bolu setiap harinya untuk pasar daerah.
SuaraRiau.id - Ada kalanya, langkah besar justru berawal dari keberanian kecil yang nyaris tak terlihat.
Dari sebuah usaha rumahan dengan modal awal dua juta rupiah, Dermiyanti kini menjalankan rumah produksi kue yang mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu setiap harinya.
Kisahnya menjadi salah satu potret bagaimana ketekunan seorang pengusaha kecil bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang dirasakan banyak orang di sekitarnya.
Semua itu berawal jauh lebih sederhana, dari dapur kecil dan tangan yang belum banyak dikenal.
Pada 2014, Dermiyanti pertama kali merintis usaha pembuatan kue dengan kapasitas produksi yang masih sangat terbatas, sebuah usaha kecil yang saat itu belum menunjukkan tanda akan berkembang sebesar sekarang.
Empat tahun kemudian, usaha kecil itu menemukan jalannya untuk tumbuh.
Pada 2018, Dermiyanti bergabung sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dengan pinjaman modal awal sebesar Rp2 juta.
Dari titik itu, ia terus memanfaatkan pendampingan secara berkelanjutan hingga plafon pinjamannya kini berkembang menjadi hampir Rp10 juta, dukungan yang menjadi napas panjang bagi usahanya untuk terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahun.
Pendampingan itu tidak berhenti pada urusan permodalan saja, PNM turut menuntun langkah Dermiyanti melihat dunia yang lebih luas.
Pada 2024, Dermiyanti difasilitasi PNM Mekaar untuk mengikuti studi banding ke Bogor, kesempatan yang kemudian membuka wawasannya pada sejumlah resep baru.
"Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian, resep yang sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas," cerita Dermiyanti.
Berbekal ilmu dari Bogor dan ketekunan yang tak pernah surut, Dermiyanti akhirnya berhasil menyempurnakan resep tersebut hingga melahirkan dua varian andalan, Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat, yang langsung diserbu pasar begitu diperkenalkan.
Keberhasilan resep itulah yang kemudian mengubah arah perjalanan usahanya.
Permintaan yang terus membludak membuat rumah produksinya kini beroperasi nyaris tanpa henti, mulai dari pagi hingga dini hari, bahkan tim produksinya kerap harus lembur hingga waktu subuh menjelang.
Seiring usahanya yang semakin besar, Dermiyanti juga difasilitasi PNM Mekaar untuk mengurus Nomor Induk Berusaha atau NIB, langkah yang membuat usahanya semakin mantap secara legalitas untuk terus melangkah maju.