- Satgas Udara memfokuskan pemadaman kebakaran hutan menggunakan helikopter water bombing di Inhu, Inhil, Siak, dan Dumai pada Rabu, 9 September 2026.
- Danlanud Marsma TNI Abdul Haris menyatakan lokasi kebakaran sulit diakses tim darat akibat letaknya yang berada di tengah hutan.
- Operasi Modifikasi Cuaca yang dilakukan berhasil menurunkan hujan di Meranti untuk membantu memadamkan api dan mendinginkan lahan.
SuaraRiau.id - Banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau masih menjadi perhatian khusus Satgas Udara.
Terutama pemadaman karhutla di Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Siak serta sebagian wilayah Dumai yang dibantu menggunakan heli water bombing.
Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn) Marsma TNI Abdul Haris menjelaskan beberapa lokasi karhuta banyak yang sulit diakses tim darat, karena titik api jauh di tengah hutan.
"Dari sisi Tim Satgas Udara ada 4 wilayah jadi perhatian kita, ada Inhu, Inhil, Siak, Dumai juga," katanya, Rabu (9/9/2026).
Haris menjelaskan bahwa lahan yang kering karena cuaca kemarau, minimnya sumber air menjadikan heli water bombing sangat membantu meminimalisir titik kebakaran.
Meski begitu lanjut Danlanud, Satgas udara terus saling bahu membahu menanggulangi kebakaran bersama tim darat yang tergabung dalam berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD.
"Kita bergotong royong menangani kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi agar Riau cepat terbebas dari asap," ungkapnya.
Danlanud juga menyampaikan upaya pemadaman karhutla yang terjadi di berbagai daerah di Riau salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dari berbagai upaya yang telah dilakukan, disebut telah membuahkan hasil.
Dimana hujan telah turun di wilayah Meranti dan diharapkan mampu membantu memadamkan api sekaligus mendinginkan lahan yang terdampak karhutla.
"Alhamdulillah, kemarin OMC yang kita lakukan berhasil menurunkan hujan di Meranti. Mudah-mudahan dapat membantu memadamkan api dan mendinginkan lahan di sana," tegas Haris.