- Warga Tambusai Utara Rokan Hulu menolak klaim PT Agrinas Palma Nusantara terkait sengketa lahan sawit seluas 2.000 hektare pada Agustus 2026.
- Konflik lahan sawit tersebut berujung pada penyerangan yang menyebabkan 25 warga mengalami luka-luka di Rokan Hulu pada 14 Agustus 2026.
- PT Agrinas Palma Nusantara menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan menyerahkan penanganan hukum kasus tersebut kepada kepolisian.
Bambang menjelaskan, benturan antar kelompok di lapangan yang mengakibatkan sejumlah pihak mengalami luka-luka.
Perusahaan bersama aparat keamanan, telah mengambil langkah-langkah untuk meredakan situasi dan memastikan pihak-pihak yang membutuhkan mendapatkan penanganan medis.
Sehubungan dengan adanya dugaan pelanggaran hukum yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tersebut, perusahaan telah berkoordinasi dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami menegaskan bahwa PT Agrinas Palma Nusantara tidak berada dalam posisi untuk memihak kepada salah satu kelompok dalam konflik internal tersebut," jelas Bambang.
Dia bilang, perusahaan menghormati proses hukum dan mengedepankan penyelesaian secara tertib, dialogis, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perusahaan juga terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional di wilayah Kebun Batang Kumu II.
"Kami mengimbau, seluruh pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi, serta mengutamakan penyelesaian melalui mekanisme yang telah disepakati dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan yang relevan," tegas Bambang.
Sebagaimana diberitakan, sebanyak 25 orang warga luka-luka akibat penyerangan di kebun sawit Afdeling 19 dan 21, di Kecamatan Tambusai Utara, Rohul, pada Jumat (14/8/2026).
Juru bicara warga mengatakan, penyerangan warga tersebut diduga melibatkan PT Agrinas Palma Nusantara.
Akibat serangan itu, sejumlah korban mengalami luka-luka serius, bahkan satu orang kritis. Para pelaku menyerang dengan berbagai senjata, termasuk senapan angin tengah diburu polisi.