- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Herry Heryawan sebagai Kabaharkam Polri pada 2 Oktober 2026.
- Mutasi jabatan tersebut dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Achmadi sebagai bentuk penyegaran di institusi Polri.
- Posisi Kapolda Riau yang ditinggalkan kini resmi digantikan oleh Irjen Pol Arman Achdiat dari pati Baintelkam Polri.
SuaraRiau.id - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri.
Irjen Herry sebelumnya pernah dijanjikan mendapat kenaikan pangkat oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Posko Aju, Riau, Senin (24/8/2026).
Kala itu, Kepala Negara mengapresiasi kinerja jajaran Kapolda dan Pangdam Riau terkait penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Sebulan kemudian, Herry pun diangkat sebagai Kabaharkam Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Achmadi membenarkan pergeseran jabatan tersebut dan menyebut mutasi merupakan bagian dari penyegaran serta rotasi jabatan di lingkungan Polri.
"Mutasi tersebut menjadi bagian dari penyegaran dan rotasi jabatan di lingkungan Polri," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (3/9/2026).
Posisi Kapolda Riau selanjutnya ditempati Irjen Pol Arman Achdiat yang sebelumnya merupakan pati Baintelkam Polri dengan penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN).
Herry resmi menjabat Kapolda Riau pada Maret 2025 setelah sebelumnya menjadi pati Bareskrim Polri dengan penugasan di Kementerian Dalam Negeri.
Perwira yang akrab disapa Herimen ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 dan lahir pada 23 Februari 1972.
Selama memimpin Polda Riau, Herry mengembangkan pendekatan kepolisian yang memadukan pelaksanaan tugas dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green Policing.
Program tersebut mencakup edukasi lingkungan, penanaman pohon, pengelolaan lingkungan, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri kepemimpinannya di Riau, seiring perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta perlindungan satwa.