Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Menurutnya, kualitas udara sempat berwarna hitam.

Eko Faizin
Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya
Kondisi Kota Pekanbaru yang mulai terlihat ada kabut asap menyelimuti akibat kebakaran hutan dan lahan di Pelalawan. [ANTARA/Bayu Agustari Adha]
Baca 10 detik
  • BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi kabut asap karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Kepala BMKG menyatakan kualitas udara sempat mencapai level berbahaya akibat kiriman asap dari banyaknya titik api di Pelalawan.
  • Angin kencang membuat kabut asap cepat memudar, sementara BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap ancaman karhutla.

SuaraRiau.id - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kabut asap tersebut mulai menyelimuti ibu kota Provinsi Riau itu dengan kualitas udara yang sempat menyentuh level berbahaya.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono mengatakan asap tersebut terdeteksi terutama di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Menurutnya, kualitas udara sempat berwarna hitam atau pada level berbahaya dengan "Particulate Matter" 2,5 (PM 2,5) 276 mikrogram per meter kubik.

"Tadi pagi terutama di bandara terpantau asap masuk ke wilayah Kota Pekanbaru dan kualitas udaranya terpantau sampai berwarna hitam atau berbahaya. Kemungkinan ini adalah asap yang berasal dari Pelalawan karena di sana banyak titik api," kata Warjono, Selasa (18/8/2026).

Akan tetapi, lanjutnya, kondisi asap tersebut tidak berlangsung lama yakni dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

Hal ini disebabkan oleh angin yang cukup kencang sehingga asapnya dengan cepat memudar.

Setelah itu kualitas udara Kota Pekanbaru sudah berwarna biru dengan kondisi sedang dan asap juga tidak terdeteksi lagi.

Selain Kota Pekanbaru, kondisi asap juga menyelimuti Kabupaten Pelalawan yang lebih pekat karena merupakan sumber asalnya.

"Hal itu terjadi karena di Riau terpantau 75 titik panas dan paling banyak di Pelalawan sampai 30 titik. Kebakaran masih terjadi di Kerumutan, daerahnya sulit dijangkau dan tanahnya gambut," ungkapnya.

Ia mengatakan, prediksi cuaca hari ini masih melihat ada potensi hujan terutama di wilayah Riau bagian barat dengan intensitas ringan hingga sedang.

Meski begitu potensi karhutla masih mengancam sehingga masyarakat tetap harus waspada.

"Suhu terpantau sudah naik menjadi 33 derajat celcius, kita imbau warga waspada karena kondisi panas dan juga menuju musim kemarau. Ketika sudah ada api diharapkan agar segera melaporkan atau menangani sendiri karena itu akan sangat berpotensi untuk menyebar karena kondisi sangat mudah terbakar," ujarnya.

Untuk mengantisipasi karhutla pihaknya akan memaksimalkan ketika ada potensi awan hujan, akan dilakukan penyemaian garam agar terjadi panen hujan sehingga di tempat yang terjadi karhutla bisa padam. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini