Alasan UMKM Lokal Siak Batal Dilibatkan di Proyek Seragam Gratis Rp7 Miliar

Menurutnya, pengadaan program seragam sekolah gratis tetap mengacu pada aturan penggunaan anggaran pemerintah.

Eko Faizin
Jum'at, 24 April 2026 | 18:52 WIB
Alasan UMKM Lokal Siak Batal Dilibatkan di Proyek Seragam Gratis Rp7 Miliar
Ilustrasi seragam sekolah. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Pemkab Siak akhirnya buka suara mengenai polemik pengadaan seragam sekolah gratis.
  • Program seragam gratis merupakan salah satu janji kampanye Afni Zulkifli dan Syamsurizal.
  • Dalam janjinya, proyek seragam sekolah gratis bakal melibatkan UMKM lokal untuk menjahit.

SuaraRiau.id - Siswa SD dan SMP negeri di Kabupaten Siak tak lama lagi akan mendapatkan seragam sekolah gratis dari pemerintah setempat.

Bantuan seragam sekolah gratis merupakan salah satu program unggulan janji kampanye pasangan Bupati-Wakil Bupati Siak, Afni Zulkifli dan Syamsurizal.

Di sisi lain, program tersebut menuai polemik lantaran proses pengadaan batal melibatkan UMKM lokal yakni penjahit setempat. Hal itu tentu saja berbeda dari janji kampanye politik Afni dan Syamsurizal yang kini memimpin Siak.

Saat kampanye, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Siak itu menjanjikan Afni pengadaan baju seragam sekolah gratis langsung dibuat oleh UMKM Siak guna mendorong kebangkitan ekonomi.

Nyatanya, empat item baju seragam sekolah gratis tingkat SD dan SMP di Siak itu dikerjakan oleh perusahan luar Riau.

Dalam E Katalog 6.0 pengadaan barang dan jasa pakaian seragam sekolah gratis itu dimenangkan CV Kreasi Tiga Saudara. Pihak ini membuat seragam pramuka untuk SD dengan nilai kontrak Rp1.761.143.653.

Kemudian PT Emka Naratama Putra menjahit seragam SD Merah Putih dengan nilai kontrak Rp1.604.231.802.

Lalu, PT Trisolah Parahiyangan Indonesia membuat pakaian seragam putih-biru SMP dengan nilai kontrak Rp1.615.210.497. Perusahaan ini juga mendapat tender seragam pramuka SMP oleh PT Trisolah dengan nilai kontrak Rp2.086.890.025.

Kepala Dinas Pendidikan Siak, Romy Lesmana Dermawan, mengungkapkan alasan UMKM lokal tak jadi mendapatkan proyek bernilai Rp7 miliar lebih tersebut.

Menurutnya, pengadaan program seragam sekolah gratis tetap mengacu pada aturan penggunaan anggaran pemerintah.

"Sudah dijelaskan berkali-kali. Segala sesuatu yang menggunakan uang rakyat (APBD) harus dilaksanakan sesuai aturan dan ketentuan undang-undang. Bagi kami pribadi, pelibatan UMKM adalah keinginan sejak awal, namun jika melanggar hukum tentu tidak mungkin dilakukan," kata Romy, Rabu (22/4/2026).

Romy mencontohkan saat pengadaan melalui Baznas Siak, Pemkab melibatkan penjahit lokal. Ia menyebut lebih dari UMKM terlibat dalam produksi lebih dari 1.000 pasang seragam karena mekanisme yang lebih fleksibel.

Namun, jelas Romy, untuk pengadaan dalam jumlah besar yakni sekitar 24 ribu pasang seragam, prosesnya harus melalui sistem e-catalog guna menjamin ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap regulasi.

"UMKM Siak akhirnya memilih mundur karena harga yang ditawarkan tidak kompetitif," ujar Kepala Dinas.

Romy menyebut, penjahit lokal belum siap secara administrasi, seperti belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dari ratusan penjahit  hanya satu yang sudah memiliki NIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini