- Ruas jalan lintas Gasib menuju Maredan di Siak mengalami kerusakan parah dengan lubang dalam yang membahayakan keselamatan para pengendara.
- Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, sebelumnya menjanjikan perbaikan jalan akan rampung sebelum Lebaran 2026, namun hingga kini belum terealisasi.
- Kerusakan jalan ini menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama serta mengakibatkan berbagai kerusakan pada kendaraan milik warga.
SuaraRiau.id - Jalan lintas Siak menuju Pekanbaru terutama pada ruas jalan Gasib ke Maredan mengalami kerusakan terbilang parah hingga kini.
Salah seorang pengendara, Suhaimi (43) warga Dayun menyampaikan rasa kecewa terhadap Pemprov Riau yang tak kunjung memperbaiki jalan tersebut.
"Jalan dari simpang empat kilometer 11 Gasib sampai ke Jembatan Maredan lubangnya dalam-dalam dan besar-besar," kata Suhaimi kepada Suara.com, Rabu (10/6/2026).
![Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meninjau langsung kondisi jalan yang menghubungkan Pekanbaru-Siak, Selasa (6/1/2026). [Dok Humas Pemprov Riau]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/06/23903-plt-gubernur-riau-sf-hariyanto.jpg)
Ditambahkan Suhaimi, saat kunjungan Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto ke Siak yang menjanjikan bahwa jalan Siak-Pekanbaru akan siap diperbaiki dan mulus sebelum Lebaran Idul Fitri 2026.
Nyatanya, jalan itu hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.
"Janji Plt Gubernur sebelum Lebaran udah diperbaiki, ini udah mau Lebaran lagi gak juga diperbaiki," sebutnya.
Suhaimi menyampaikan, tidak ada ruang bagi pengendara untuk mengelak lubang lubang dalam yang menganga dan siap merenggut nyawa pengendara jika tidak ekstra hati hati.
"Lubang dalam dan besar-besar sudah hampir menyeluruh sepanjang jalan. Susah untuk memilih mana jalan bagusnya. Salah salah terjatuh bisa celaka dan nyawa melayang," sebutnya.
Hal serupa dikatakan Ferdaus (37), pengendara asal Kabupaten Bengkalis menyebut kerusakan jalan membuat jarak tempuh Bengkalis ke Pekanbaru menjadi lama.
"Biasanya dari Bengkalis paling lambat empat jam atau paling lambat empat setengah jam sekarang bisa menjadi lima atau enam jam," ungkap Ferdaus.
Selain rugi pada waktu, Ferdaus juga menyampaikan bahwa kerusakan pada mobilnya juga kerap terjadi lantaran lubang dalam dan lebar tersebut.
"Kaki kaki mobil sebentar sekali rusak. Kemarin velg penyot melantak (menabrak) lubang itu. Memang tak bisa dielak. Semua sisi jalan belubang," bebernya.
Ferdaus berharap, jalan tersebut bisa lekas diperbaiki oleh Pemprov Riau, sebab jalan tersebut merupakan penghubung tiga kabupaten seperti Bengkalis, Meranti, dan Siak ke Pekanbaru.
"Semoga jalan tersebut bisa lekas diperbaiki. Karena memang sudah sangat tidak layak di lewati lantaran semua ruas jalan nyaris rusak. Apalagi kerusakan itu bisa mengancam nyawa pengendara kapan saja," inginnya.
Kontributor : Alfat Handri