- Bentrokan terjadi di areal perkebunan kelapa sawit Rokan Hulu.
- Akibatnya, seorang pekerja koperasi tewas dan melukai lima lainnya.
- 12 terduga pelaku diamankan dalam kejadian yang melibatkan 3 koperasi.
SuaraRiau.id - Seorang pekerja koperasi tewas dalam bentrokan di areal perkebunan kelapa sawit eks PT BS, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (7/2/2026) sore.
Insiden berdarah tersebut di Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam itu juga melukai lima orang lainnya.
Saksi sekaligus korban selamat, Adi, mengatakan kerusuhan terjadi tiba-tiba saat para pekerja sedang beristirahat.
"Kami sedang istirahat di barak. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku dari KSO PT APN. Situasi langsung kacau dan kami berusaha menyelamatkan diri lewat bagian belakang barak," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Kejadian itu melibatkan pekerja dari 3 koperasi, yakni Koperasi Sontang Bertuah Desa Sontang, Koperasi Telago Biru Sakti Desa Kasang Padang, dan Kelompok Tani Sakai Bersatu Desa Pauh, dengan Pam Swakarsa PT NSM, mitra kerja sama operasional (KSO) PT APN.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 16.30 WIB saat para pekerja koperasi beristirahat di barak Kantor eks PT BS.
Sekitar pukul 17.00 WIB, sekelompok Pam Swakarsa mendatangi lokasi dan situasi memanas hingga terjadi bentrokan fisik.
Akibatnya, seorang pekerja koperasi berinisial BB meninggal dunia di lokasi. Dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan.
Para korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan otopsi.
Pasca kejadian, para pekerja bersama pengurus koperasi dari tiga desa melapor ke Polsek Bonai Darussalam.
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: STTLP/B/7/II/2026/SPKT/POLSEK BONAI DARUSSALAM/POLRES ROKAN HULU/POLDA RIAU tertanggal 8 Februari 2026, terkait dugaan penganiayaan berat dan pembunuhan berencana.
Perwakilan pekerja koperasi sekaligus pelapor, Yulius Haki, berharap kasus tersebut diproses secara adil dan transparan.
"Kami berharap aparat menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga," katanya.
Polisi telah mengamankan 12 orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Kami telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pendalaman. Semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum," ujar Kasatreskrim Polres Rokan Hulu, AKP Tony Prawira.