- Aparat gabungan Kanwil Ditjen Imigrasi Riau merazia empat rumah penampungan imigran di Kota Pekanbaru pada Rabu (12/8/2026) malam.
- Petugas mendata pengungsi yang berkendara tanpa izin, memberikan imbauan tertib berlalu lintas, serta melarang kegiatan berjualan di atas trotoar.
- Operasi rutin ini bertujuan menekan pelanggaran pengungsi asing demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Pekanbaru.
SuaraRiau.id - Sejumlah community house (CH) atau rumah penampungan imigran di Kota Pekanbaru dirazia aparat gabungan yang dikoordinir Kantor Wilayah Direktorat Jendral Imigrasi Riau.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Riau Agung Prianto mengatakan operasi gabungan ini pertama kali dilakukan di Pekanbaru digagas oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru.
"Operasi ini akan dilakukan secara rutin untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang lebih nyaman dan aman salah satunya agar pelanggaran pengungsi dapat ditekan sehingga masyarakat aman tidak terganggu dengan pengungsi dari luar negeri," katanya, Rabu (12/8/2026) malam.
Agung mengungkapkan dalam razia tersebut, aparat gabungan yang meliputi unsur TNI, Polri, Basarnas, Pemkot mulai dari Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemadaman Kebakaran itu mendatangi 4 CH di Pekanbaru.
Dalam razia itu CH yang pertama yang didatangi adalah Wisma Orchid yang berisi 100 lebih pengungsi asal Afganistan dan Palestina. Aparat mendata para pengungsi yang menguasai kendaraan roda empat dan roda dua.
"Sekarang banyak yang berkendara dan dipastikan tidak punya surat izin mengemudi. Ini kita imbau kalau berkendara roda dua harus pakai helm. Kalau tindakan kriminal lain belum ada" ujarnya.
Selain itu juga ditemukan pengungsi di CH tersebut yang berjualan. Satpol PP Pekanbaru dalam kegiatan itu turut memberikan pengarahan seperti tidak berjualan di atas trotoar.
Pada lokasi kedua di Siak Resor ditemui belasan pengungsi dari Sudan, beberapa dari Afganistan dan satu dari Pakistan. Di sini juga diberikan arahan agar tidak berkendara dan patuh terhadap waktu keluar masuk.
Selanjutnya di CH Asqiya di Simpang Tiga yang juga dihuni ratusan pengungsi dari Afganistan. Di sini khusus bagi yang masih lajang diminta untuk lebih menjaga kebersihan.
Terakhir aparat mendatangi tempat penampungan pengungsi paling banyak yakni dari etnis Rohingya sebanyak 570 orang.
Lokasinya dekat dengan Rudenim Pekanbaru dan hanya disediakan tanah oleh International Organization for Migration. (Antara)