Pekerja Tewas di Sumur Minyak PHR, Disnaker Riau Bikin Tim Investigasi

Disnaker Riau membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan pekerja PHR.

Eko Faizin
Jum'at, 20 Januari 2023 | 23:34 WIB
Pekerja Tewas di Sumur Minyak PHR, Disnaker Riau Bikin Tim Investigasi
Ilustrasi garis polisi lokasi pekerja PHR tewas. [Freepik/user9023173]

SuaraRiau.id - Seorang pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meninggal dunia di sumur minyak wilayah kerja perusahaan tersebut di Desa Minas Barat, Siak.

Terkait insiden tersebut, Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Riau membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan pekerja PHR bernama Derison Siregar (23) tersebut.

"Pihak PHR sudah melapor secara resmi dan tim investigasi sudah memanggil PHR dan pihak terkait, karena yang meninggal adalah pekerja dari subkontraktor PHR," kata Kepala Dinas Disnaker Riau Imron Rosyadi, Jumat (20/1/2023).

Ia mengatakan, insiden itu termasuk pada kategori fatality, sebab korban baru berusia 23 tahun dan meninggal akibat tertimpa besi.

Dia menjelaskan, fatality itu merupakan kejadian pekerja yang tertimpa, terjatuh, tertabrak, sehingga pihaknya membentuk tim untuk mengecek standar keselamatan kerja dari PHR.

"Kami investigasi soal standar operasional prosedur, pembongkaran crane seperti apa lalu kenapa korban bisa tertimpa," katanya pula.

Sebelumnya, kabar duka datang dari pekerja sumur minyak wilayah kerja PHR di Desa Minas Barat, Siak bernama Derison Siregar (23). Pekerja asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara itu tewas saat pengeboran minyak.

"Kejadian itu berawal saat korban berangkat bersama rekannya ke lokasi Sumur Rig PHR di Area 5D-28 KM 33 Minas Barat, Rabu (18/1/2023)," kata Kasat Reskrim Polres Siak Iptu Toni Prawira.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak dengan posisi jongkok, kepala di atas meja floor dan tidak sadarkan diri.

"Selanjutnya saksi 2 bernama Octa berlari ke arah camp untuk mengambil tandu. Karyawan PT ACS lainnya langsung membawa korban dengan menggunakan mobil ke klinik PHR," ujar Toni pula.

Korban sampai di Klinik PHR pada pukul 09.15 WIB. Namun, tenaga medis PHR mengatakan korban sudah meninggal dunia. Kondisi korban mengalami cedera parah di kepala, kening, dan tangan sebelah kanan patah.

Toni menduga, penyebab kecelakaan kerja diduga akibat terlepasnya FOSV atau full opening safety valve dari pengait air hoist. Korban langsung dibawa ke rumah duka dan kasus ini ditangani Sat Reskrim Polres Siak. (Antara)

News

Terkini

Kendaraan yang melintasi jalanan tersebut diminta untuk berhenti beberapa meter sebelum lokasi resepsi.

Lifestyle | 19:21 WIB

Pengunggah menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Lifestyle | 09:45 WIB

General Manager (GM) PT BSP, Ridwan tak menampik peristiwa itu menimpa empat orang pekerjanya.

News | 19:30 WIB

Warga di sana dihebohkan dengan isu penculikan anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung.

News | 16:20 WIB

Pria Budi menyatakan setelah ditelusuri polisi, ternyata video itu hoaks.

News | 11:49 WIB

Dari hasil penyelidikan dan olah TKP, diduga kuat korban meninggal karena memiliki riwayat penyakit jantung.

News | 09:36 WIB

Masyarakat pun meminta Penjabat (Pj) Bupati Kamsol bertindak tegas memberantas kasus yang dinilai memalukan itu.

News | 13:57 WIB

Dari video berdurasi 55 detik itu, buaya tersebut terlihat bergerak dan berenang perlahan.

News | 10:05 WIB

Diketahui, pembangunan yang terletak di simpang empat Garuda Sakti tersebut menggunakan dana APBN.

News | 08:15 WIB

Para peserta langsung terjun dibawa ke lapangan, Stadion Gelora Bung Karno (GBK), guna mengamati satu per satu sarana stadion.

News | 08:37 WIB

Sohibul menegaskan kembali jika dia berada dalam tim kecil merupakan utusan resmi partai.

News | 22:06 WIB

Dari 10 tersangka kasus narkoba tersebut salah satu tersangka adalah napi Lapas Pekanbaru.

News | 15:20 WIB

Pemeriksaan keempat saksi tersebut dilakukan penyidik KPK bertempat di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau.

News | 14:40 WIB

Namun, setelah ditunggu berhari-hari hingga saat ini tak kunjung ada kabar dari korban yang mengabarkan keberadaannya.

News | 13:34 WIB

"Kami tak tahu pasti ini gajah liar atau penangkaran, tapi dampaknya merusak kebun masyarakat," jelasnya.

News | 11:48 WIB
Tampilkan lebih banyak