- Pemkot Pekanbaru mengalokasikan Rp100 miliar untuk normalisasi drainase.
- Pengerukan parit sepanjang 900 kilometer guna mencegah banjir tahun 2026
- Normalisasi juga untuk mengembalikan fungsi drainase tersambung dengan baik.
SuaraRiau.id - Pemkot Pekanbaru menggelontorkan anggaran Rp100 miliar lebih untuk melakukan normalisasi drainase melalui pengerukan parit sepanjang 900 kilometer guna mencegah banjir tahun 2026.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan jika setiap kecamatan nantinya diberikan satu unit mobil pengangkut atau pikap. Akan direkrut pegawai kebersihan sebanyak 10 orang setiap kecamatan.
"Nanti digaji Rp2,4 juta. Itu orang yang rajin satu hari minimal bisa 20 meter dibersihkan, kalau 10 orang bisa 200 meter satu hari satu kecamatan," kata Wali Kota dikutip dari Antara, Selasa (10/2/2026).
Agung menyatakan normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi drainase tersambung dengan baik.
Kegiatan ini tidak hanya pembersihan sampah, juga dilakukan pengangkatan sedimen atau menambah kedalaman parit.
Hal ini dilakukan agar pasokan air yang melewati drainase dapat berjalan lancar. Sebab, pembenahan saluran drainase ini menjadi satu upaya mengatasi persoalan banjir di beberapa titik Kota Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menambahkan, pembenahan drainase menjadi salah satu fokus pekerjaan Pemkot tahun 2026.
Saat ini pemerintah kota tengah melakukan pendataan kembali wilayah yang rawan banjir. Tim Dinas PUPR Pekanbaru, katanya, melakukan pemetaan drainase yang tidak berfungsi baik.
Seluruh kegiatan perbaikan drainase akan berpedoman pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun oleh Pemkot.
"Tahapan pekerjaan akan dimulai dari pembenahan parit dan saluran drainase berukuran besar. Kemudian, pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan drainase skala kecil di lingkungan pemukiman," tegas Markarius. (Antara)