- BMKG mencatat jika jumlah titik panas di Provinsi Riau bertambah.
- Pada Selasa (10/2/2026) berjumlah 228, hari ini mencapai 251 titik panas.
- Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah paling banyak hot spot 139 titik.
SuaraRiau.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat titik panas di Provinsi Riau terdeteksi sebanyak 251 spot pada Rabu (11/2/2026) setelah hari sebelumnya mencapat 228 titik panas.
Kabupaten Bengkalis paling banyak hot spot mencapai 139 titik. Kemudian disusul Pelalawan (84), Indragiri Hilir (18), Siak (6), Kepulauan Meranti (2), serta Rokan Hilir dan Dumai masing-masing satu titik.
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Rabu pukul 07.00 WIB," kata Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi, Rabu (11/2/2026).
Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi 336 titik panas dengan Riau yang paling banyak. Kemudian Kepulauan Bangka Belitung (25), Aceh (20), Sumatera Utara (16), Kepulauan Riau (14), Sumatera Barat (5), dan Jambi (3).
Sebelumnya, BPBD Damkar Riau mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di provinsi setempat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal tahun 2026 dengan luasan 182,76 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan ke-10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Inhil, Kuantan Singingi (Kuansing), serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Untuk karhutla di Kota Dumai, lanjutnya, hingga saat ini tercatat seluas 19,52 hektare, Bengkalis (65,51), Kepulauan Meranti (7,90), Siak (9,55), Pekanbaru (11,58), Kampar (8,50), Pelalawan (21), Inhu (1,20), Inhil (36,50), dan Kuansing (1,50).
Berdasarkan rincian luasan tersebut ditemukan 848 titik panas dengan jumlah titik api sebanyak 79. Oleh karena itu, BPBD Damkar Riau meminta BPBD kabupaten/kota untuk dapat menetapkan status siaga darurat karhutla. (Antara)