facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sudah Mediasi, Proses Hukum Penyerangan Preman Bayaran di Kampar Tetap Dilanjutkan

Eko Faizin Kamis, 23 Juni 2022 | 07:42 WIB

Sudah Mediasi, Proses Hukum Penyerangan Preman Bayaran di Kampar Tetap Dilanjutkan
Penyerangan sekelompok pria menyerang warga di Kampar. [Facebook]

Saat ini penyidik jajaran Polda Riau masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengembangkan penyelidikan kasus tersebut.

SuaraRiau.id - Proses hukum kasus penyerangan sekelompok pria terhadap petani sawit Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar tetap berlanjut meski dualisme koperasi sudah mediasi.

Diketahui, insiden anarkis yang diduga dilakukan preman bayaran tersebut terjadi pada Minggu (19/6/2022) sebagai buntut dualisme kepengurusan koperasi. Sejumlah warga jadi korban, mulai dari dewasa hingga anak-anak.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyatakan pihaknya berjanji melakukan langkah penegakan hukum kepada para pelaku yang sudah ditangkap.

Pelaku penyerangan warga di Kampar ditangkap. [Ist]
Pelaku penyerangan warga di Kampar ditangkap. [Ist]

"Hingga saat ini, 21 orang telah diambil keterangan. Kemarin 18 orang telah diamankan, 17 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, dan seorang lagi saksi," jelas Sunarto dikutip dari Antara, Rabu (22/6/2022).

Saat ini penyidik jajaran Polda Riau masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengembangkan penyelidikan kasus tersebut untuk mengetahui siapa-siapa dalang yang mengajak mereka. Salah satunya adalah AL yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Secara terpisah, aparat kepolisian Polres Kampar bersama Lembaga Adat Kampar (LAK) berhasil melakukan mediasi para pihak yang bertikai terkait dualisme kepengurusan KUD Iyo Basamo, Senin (20/6).

Pertikaian dua pengurus itu diketahui merupakan titik awal mula terjadinya penyerangan masyarakat yang menduduki kebun sawit, di KUD Iyo Basamo.

Demi meluruskan permasalahan, dilakukan mediasi di Gedung Lembaga Adat Kampar untuk mengakhiri konflik di Koperasi Iyo Basamo secara damai.

Dalam kesepakatan itu tertuang bahwa kedua belah pihak sepakat untuk segera mengosongkan lahan. Untuk sementara kepengurusan koperasi dinyatakan dibekukan dan operasionalnya diambil alih oleh PTPN-V sampai menunggu keputusan kasasi.

“Butir-butir kesepakatan ini telah disetujui dan kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak yang bertikai. Kami mengimbau semua pihak untuk dapat menghormati kesepakatan ini, tidak ada yang boleh melakukan tindak kekerasan agar terwujud situasi yang aman dan kondusif,” kata Kapolres Kampar AKBP Rido Purba.

Komentar

Berita Terkait