- Jumlah titik api di Provinsi Riau meningkat di antaranya karhutla.
- BPBD Riau melakukan sosialisasi ke masyarakat kondisi cuaca kering.
- Ada 10 kabupaten/kota di Riau yang terjadi karhutla di awal tahun.
SuaraRiau.id - Jumlah hot spot atau titik api di Provinsi Riau meningkat, bahkan beberapa di antaranya terkonfirmasi merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BPBD Damkar Riau mengimbau pemerintah daerah untuk dapat lebih menjaga lingkungan, utamanya tidak membuka lahan dengan cara membakar karena akan menimbulkan karhutla dan berpotensi meluas.
"Hot spot di Riau saat ini juga terus meningkat. Karena itu kami juga mengimbau daerah yang sudah memenuhi syarat untuk dapat menetapkan status darurat Karhutla," kata Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur, Selasa (10/2/2026).
BPBD Riau melakukan sosialisasi kepada masyarakat kondisi cuaca kering seperti ini mudah terjadi kebakaran.
Jim Gafur mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak BMKG yang pihaknya terima saat ini curah hujan di Riau sudah mulai berkurang terutama di daerah pesisir.
Untuk itu, BPBD Damkar Riau, telah mengumpulkan para kepala BPBD kabupaten/kota di Riau. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta BPBD Kabupaten/Kota untuk dapat melakukan langkah antisipatif menghadapi musim panas.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan para kepala BPBD kabupaten/kota. Kami minta mereka untuk melakukan langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca ke musim panas," tegas dia.
Jim Gafur mengungkapkan hingga saat ini pihaknya mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di Riau yang terjadi karhutla pada awal tahun ini.
Dari 10 daerah tersebut, total luasan karhutla sebanyak 182,76 hektare. Ke 10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai dan Pekanbaru.
"Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan karhutla 182,76 hektare,” katanya.
Untuk karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 19,52 hektare, Bengkalis 65,51 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Siak 9,55 hektare, Pekanbaru 11,58 hektare, Kampar 8,50 hektare, Pelalawan 21 hektare, Inhu 1,20 hektare, Inhil 36,50 hektare dan Kuansing 1,50 hektare.
"Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 848 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 79," tegas Jim Gafur.