Babi telah lama menjadi transplantasi organ yang potensial karena memiliki organ yang sangat cocok dengan manusia.
Jantung babi misalnya, saat disembelih, memiliki ukuran yang sama dengan jantung pria dewasa.
Organ lain dari babi saat ini sedang dalam tahap studi untuk tujuan penggantian organ manusia, termasuk ginjal, hati, dan paru-paru.
Upaya transplantasi organ babi ke manusia sebelumnya telah gagal karena perbedaan genetik yang pada akhirnya mengundang risiko infeksi virus atau penolakan sistem tubuh.
Para ilmuwan telah berhasil mengungkap masalah tersebut dengan menggunakan teknologi modifikasi genetik yang menghilangkan genetika berbahaya.