Saat kuliah, ia semakin terbuka dengan berbagai agama yang ada sehingga ia akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf di usia 23 tahun.
“Cuman ketika aku masuk UGM, aku ketemu dengan berbagai macam orang karakter. Kalau kita di kampus itu banyak kawan dari suku mana, suku mana. Dari situ aku terbuka dan aku memutuskan untuk mualaf di usia 23 tahun dan ya sudah, aku bisa menghargai agama lain,” tutur Dokter Tirta Mandira Hudhi.
“Jadi sekarang kalau ada orang beribadah atau apa, aku tidak langsung close minded ya, dari situ aku respect,” tegasnya.