facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ramai Isu Bubarkan MUI, Senator Edwin Pratama: Narasi Berlebihan dan Sesat

Eko Faizin Senin, 22 November 2021 | 21:31 WIB

Ramai Isu Bubarkan MUI, Senator Edwin Pratama: Narasi Berlebihan dan Sesat
Senator muda asal Riau/Anggota DPD RI Edwin Pratama Putra. [Ist]

Menanggapi ramainya isu bubarkan MUI, senator muda asal Riau, Edwin Pratama Putra ikut bersuara.

SuaraRiau.id - Isu pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi trending topic di Twitter beberapa hari belakangan ini.

Isu bubarkan MUI tersebut menyeruak usai satu pengurus MUI, Ahmad Zain An-Najah ditangkap oleh Densus 88 terkait dugaan terorisme.

Diketahui, sosok Zain An Najah merupakan anggota Komisi Fatwa MUI yang kini sudah dinonaktifkan.

Menanggapi ramainya isu bubarkan MUI, senator muda asal Riau, Edwin Pratama Putra ikut bersuara.

Menurut Edwin, isu tersebut dikhawatirkan menjadi penggiringan opini kepada masyarakat. Adanya tuntutan sekelompok orang yang ingin membubarkan MUI merupakan respon berlebihan dan sesat.

Pemikiran tersebut tidak menunjukan sikap semangat bernegara yang disertai semangat beragama.

“Narasi Bubarkan MUI adalah hal yang berlebihan dan sesat, tidak ada semangat bernegara dan beragama” singkat Edwin dalam siaran persnya, Senin (21/11/2021).

Apalagi, lanjutnya, MUI memiliki tujuan baik dalam membangun tatanan kehidupan beragama masyarakat muslim.

MUI menjadi wadah permusyawaratan ulama dengan cendekiawan muslim yang berkontribusi membangun kehidupan yang lebih islami di Indonesia.

Edwin berpandangan bahwa kita sepakat pemberantasan terosisme tetap harus dilakukan. Terorisme merupakan kejahatan luar biasa, kejahatan kemanusiaan yang harus dibasmi karena tidak sesuai dengan ajaran agama.

Tidak ada yang setuju untuk membiarkan terorisme hidup di bumi Indonesia. Tetapi dalam hal ini, memandang MUI untuk dibubarkan adalah sebuah cara pandang yang salah.

Ia menyatakan bahwa kasus tersebut ibarat dalam suatu rumah terdapat tikus, apa harus membakar rumahnya.

"Ibarat ada oknum TNI/POLRI membantu persediaan senjata teroris, apa harus membubarkan lembaganya. Ibarat dalam kabinet ada koruptor, apa harus membubarkan kabinetnya," jelas Edwin.

"Bukankah semuanya sama-sama kejahatan luar biasa yang merusak bangsa. Tentu cara berpikir kita tidak demikian, kejahatan tersebut merupakan tanggungjawab pribadi yang diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," sambung dia.

Bagi Edwin sebenarnya ada hal penting yang perlu dilakukan bersama, yaitu menjaga MUI. Sebab MUI merupakan organisasi bersama yang telah berkontribusi besar untuk negara.

“Di dalam MUI terdapat tokoh-tokoh kompeten sesuai bidang keilmuannya dan telah berkontribusi membangun ketentraman kehidupan beragama dan bernegara. Mari kita menjaga MUI sebagai organisasi bersama umat islam, bukan justru membubarkannya. Mari kita jaga!” tegas Edwin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait